Bandung — PT Aretha Medika Utama terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan riset biomolekuler dan inovasi teknologi kesehatan melalui partisipasi aktif pada kegiatan ilmiah nasional dan internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Aretha dalam kuliah tamu bertema “Nanopore Sequencing: Anything, Anyone, Anywhere” yang diselenggarakan oleh Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Ruang E-406, FPMIPA JICA A, pukul 09.00–12.00 WIB.
Kegiatan ini menghadirkan Satrio Haryo Wibowo, Postgraduate Research Student dari School of Life Sciences, University of Nottingham, sebagai narasumber utama. Selain merupakan alumnus UPI, Satrio juga pernah berkontribusi sebagai bagian dari Aretha Medika Utama pada periode 2018–2019, sehingga kehadirannya mencerminkan kesinambungan pengembangan sumber daya manusia, jejaring riset global, serta kontribusi nyata terhadap ekosistem riset nasional.
Nanopore Sequencing sebagai Pilar Teknologi Diagnostik Modern
Nanopore sequencing merupakan teknologi sekuensing generasi terbaru yang memungkinkan pembacaan molekul biologis secara langsung dan real-time, mencakup analisis DNA, RNA, hingga protein, serta deteksi modifikasi basa. Teknologi ini memungkinkan integrasi analisis genomik, epigenomik, dan transkriptomik dalam satu platform, sehingga menghasilkan data biologis yang lebih komprehensif, cepat, dan presisi.
Keunggulan tersebut menjadikan nanopore sequencing sebagai solusi strategis dalam mendukung layanan diagnostik modern, khususnya untuk kebutuhan identifikasi penyakit secara cepat dan akurat di lingkungan klinis maupun riset terapan.
Mendukung Percepatan Diagnosis Berbasis Sequencing
Dalam pemaparannya, Satrio menjelaskan implementasi nanopore sequencing dalam klasifikasi tumor berbasis profil metilasi DNA yang mampu menghasilkan informasi diagnostik dalam waktu singkat. Pendekatan ini berpotensi mempercepat pengambilan keputusan klinis sekaligus meningkatkan akurasi diagnosis, sehingga memperkuat penerapan konsep precision medicine.
Teknologi sequencing real-time ini juga membuka peluang pemanfaatan di berbagai konteks, mulai dari riset dasar, pengembangan biomarker, hingga aplikasi lapangan yang membutuhkan respons cepat.
Komitmen Aretha dalam Penguatan Kolaborasi dan Kapasitas Inovasi
Sebagai bagian dari penguatan sinergi industri–akademik, PT Aretha Medika Utama menugaskan dua perwakilan untuk mengikuti kegiatan ini, yaitu Dwi Nur, Direktur Mutu dan Publikasi, serta Ulfah Dwi, Staf Analis. Kehadiran perwakilan ini menjadi langkah strategis dalam menyerap perkembangan teknologi mutakhir sekaligus mengidentifikasi potensi implementasi dan kolaborasi riset lanjutan.
Direktur Utama PT Aretha Medika Utama, Hanna Sariwidya, S.Si, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ilmiah tersebut sebagai bagian dari penguatan inovasi berkelanjutan.
“Aretha secara konsisten mendorong adopsi teknologi mutakhir yang memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kualitas riset dan layanan kesehatan. Nanopore sequencing menghadirkan potensi besar dalam mempercepat proses diagnosis serta memperkuat pengambilan keputusan berbasis data ilmiah. Kolaborasi lintas institusi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berdaya saing global,” ujar Hanna.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Wahyu Widowati, M.Si, selaku Tenaga Ahli, menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi transformasi teknologi kesehatan.
“Penguasaan teknologi sekuensing modern merupakan investasi strategis dalam membangun kapasitas riset nasional. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memperkuat kesiapan talenta riset dalam menjawab kebutuhan industri dan pelayanan kesehatan masa depan,” jelas Prof. Wahyu.
Membangun Ekosistem Riset Berdaya Saing Global
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ilmiah ini, Aretha Medika Utama menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring kolaborasi, mempercepat transfer teknologi, serta mendorong implementasi inovasi diagnostik berbasis presisi. Sinergi antara perguruan tinggi, peneliti internasional, dan industri diharapkan mampu menghasilkan dampak berkelanjutan bagi penguatan layanan kesehatan dan kemajuan riset biomedis di Indonesia. (epsh)
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center
