Bandung – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh dunia riset Indonesia. Hasil penelitian yang dikelola dan dipublikasikan bersama PT Aretha Media Utama resmi terpilih menjadi sampul utama jurnal internasional Asia-Pacific Journal of Science and Technology (APST) Volume 31 Issue 1 edisi Januari–Februari 2026.
Penelitian tersebut mengangkat topik efek antiinflamasi dan antioksidan ekstrak tomat (Solanum lycopersicum L.) terhadap sel makrofag tikus yang diinduksi lipopolisakarida (LPS). Studi ini menyoroti mekanisme biologis penting yang berperan dalam penghambatan jalur peradangan, khususnya pada lintasan ROS–TLR4–NF-κB, yang berkaitan langsung dengan produksi mediator inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan PGE-2.
Visual sampul jurnal menampilkan ilustrasi tomat sebagai sumber senyawa bioaktif alami, dilengkapi diagram jalur molekuler yang memperkuat pesan ilmiah riset tersebut. Penempatan karya ini sebagai sampul jurnal bukan sekadar aspek visual, melainkan bentuk pengakuan atas relevansi ilmiah, kebaruan riset, serta kontribusinya terhadap pengembangan ilmu kesehatan dan teknologi pangan.
Direktur Utama PT Aretha Medika Utama, Hanna Sariwidya, S.Si, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga kualitas riset dan tata kelola publikasi ilmiah.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya terpilihnya hasil penelitian ini sebagai sampul jurnal internasional APST. Pencapaian ini merupakan buah dari kolaborasi, dedikasi, serta komitmen seluruh tim dalam menjaga mutu ilmiah dan mendorong riset yang berdaya saing global. Kami berharap capaian ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat,” ujar Hanna.
PT Aretha Media Utama sebagai mitra publikasi dan pengelola riset terus berkomitmen mendorong peningkatan kualitas penelitian nasional agar mampu bersaing di tingkat internasional. Terpilihnya karya ini sebagai sampul jurnal internasional sekaligus memperkuat posisi riset Indonesia dalam komunitas akademik global.
Selain memperkaya literatur ilmiah, hasil penelitian ini membuka peluang pengembangan bahan alami berbasis pangan fungsional yang berpotensi dimanfaatkan dalam pencegahan penyakit inflamasi dan stres oksidatif. Temuan ini sejalan dengan tren global yang mendorong pemanfaatan sumber daya alam sebagai alternatif terapi yang lebih aman dan berkelanjutan.
Capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi para peneliti, institusi akademik, dan industri riset nasional untuk terus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah serta memperluas kolaborasi internasional. (epsh)
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center
