Bandung — Inovasi berbasis bahan alam terus membuka peluang baru dalam dunia kesehatan dan estetika. Salah satunya datang dari penelitian mahasiswa Program Magister Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha (FK-UKM) yang mengkaji potensi isoflavon kedelai dalam mendukung regenerasi kulit dan memperlambat proses penuaan sel.
Dalam Seminar Hasil Penelitian Mahasiswa S2 FK-UKM, dr. Yuri Amelia mempresentasikan hasil riset berjudul “Potensi Isoflavon Kedelai Meningkatkan Produksi Kolagen dan Mengurangi Stres Oksidatif pada Sel Fibroblast Model Aging.” Penelitian ini menyoroti peran senyawa bioaktif alami sebagai alternatif inovatif dalam menjaga kesehatan kulit secara ilmiah dan berkelanjutan.
Kulit manusia sangat bergantung pada kolagen, protein struktural utama yang menjaga kekuatan, elastisitas, dan kelembapan jaringan. Produksi kolagen dilakukan oleh sel fibroblast di lapisan dermis. Namun, seiring bertambahnya usia dan paparan stres lingkungan, kemampuan fibroblast dalam memproduksi kolagen menurun, sementara pembentukan radikal bebas atau reactive oxygen species (ROS) meningkat. Kondisi ini memicu munculnya tanda-tanda penuaan seperti garis halus, kulit kering, hingga berkurangnya kekenyalan.
Melalui pendekatan penelitian berbasis kultur sel, riset ini menunjukkan bahwa isoflavon kedelai memiliki potensi untuk membantu mempertahankan fungsi fibroblast. Senyawa ini berperan sebagai antioksidan yang mampu menekan stres oksidatif sekaligus mendukung aktivitas sintesis kolagen. Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa bahan pangan alami dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat bahan aktif dalam produk kesehatan dan perawatan kulit.
Kegiatan ilmiah ini dibimbing oleh Prof. Dr. Wahyu Widowati, M.Si. dan Dr. Fen Tih, dr., M.Kes., serta diuji oleh para pakar di bidang kedokteran dan ilmu kesehatan di Universitas Kristen Maranatha. Diskusi yang berlangsung menekankan pentingnya validasi ilmiah, konsistensi metodologi, serta peluang pengembangan riset lanjutan menuju aplikasi klinis dan industri.
PT Aretha Medika Utama mendukung kegiatan seminar ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong ekosistem riset nasional yang kuat dan berdaya saing. Sinergi antara akademisi, peneliti muda, dan industri menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi ilmu pengetahuan menjadi inovasi nyata yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal bagi pengembangan produk berbasis bahan alam yang aman, efektif, dan berorientasi pada keberlanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam riset kesehatan dan estetika berbasis sumber daya hayati. (epsh)
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center
