Home / Activites / PT Aretha Medika Utama Perkuat Inovasi Riset Bahan Alam: Ekstrak Teh Hijau Berpotensi Menekan Inflamasi Paru Model ARDS

PT Aretha Medika Utama Perkuat Inovasi Riset Bahan Alam: Ekstrak Teh Hijau Berpotensi Menekan Inflamasi Paru Model ARDS

Bandung — Komitmen PT Aretha Medika Utama dalam memperkuat riset kesehatan berbasis sains kembali ditegaskan melalui keterlibatan aktif dalam penelitian terbaru mengenai pot see potensi ekstrak teh hijau (Camellia sinensis L.) sebagai agen antiinflamasi pada model Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Studi ini dipublikasikan dalam Avicenna Journal of Medical Biotechnology dan melibatkan kolaborasi lintas institusi nasional.

ARDS merupakan kondisi peradangan paru akut yang dapat mengganggu pertukaran oksigen secara signifikan dan berisiko tinggi menyebabkan kegagalan pernapasan. Kondisi ini banyak ditemukan pada kasus infeksi berat, termasuk COVID-19. Tantangan utama ARDS terletak pada terjadinya cytokine storm, yaitu pelepasan berlebihan sitokin proinflamasi seperti TNF-α, IL-12, dan C-Reactive Protein (CRP), serta aktivasi jalur molekuler inflamasi seperti TLR-4, RAGE, NF-κB, dan NLRP-3.

Melalui riset ini, PT Aretha Medika Utama memperkuat perannya sebagai pusat riset biomolekuler yang mendukung eksplorasi bahan alam sebagai solusi kesehatan berbasis bukti ilmiah.

Riset Laboratorium Berbasis Model Sel Paru

Penelitian dilakukan menggunakan sel paru tikus tipe L2 yang diinduksi Lipopolysaccharide (LPS) untuk merepresentasikan kondisi inflamasi seperti pada ARDS. Selanjutnya, sel diberikan perlakuan ekstrak teh hijau pada beberapa konsentrasi.

Evaluasi dilakukan melalui tiga pendekatan utama:

  1. Pengukuran sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-12, CRP) menggunakan metode ELISA.
  2. Analisis ekspresi gen inflamasi (TLR-4, RAGE, NF-κB, NLRP-3) menggunakan qRT-PCR.
  3. Analisis viabilitas dan apoptosis sel menggunakan flow cytometry.

Ekstrak teh hijau diproduksi sesuai standar Good Manufacturing Practice (GMP) dan memenuhi regulasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sementara itu, seluruh pengujian sel dilakukan di fasilitas Biomolecular and Biomedical Research Center PT Aretha Medika Utama, yang menyediakan infrastruktur laboratorium dan metodologi riset.

Menurunkan Penanda Inflamasi Secara Signifikan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak teh hijau mampu menurunkan kadar TNF-α dan CRP secara bermakna dibandingkan kelompok kontrol yang hanya menerima induksi LPS. Penurunan ini mencerminkan kemampuan ekstrak teh hijau dalam menekan respons inflamasi akut.

Pada tingkat molekuler, ekspresi gen TLR-4, RAGE, NF-κB, dan NLRP-3 juga mengalami penurunan setelah pemberian ekstrak. Jalur-jalur ini merupakan regulator utama dalam proses peradangan dan aktivasi cytokine storm. Dengan menekan jalur tersebut, ekstrak teh hijau berpotensi menghambat progresivitas inflamasi secara lebih komprehensif.

Efek biologis ini dikaitkan dengan kandungan polifenol teh hijau, seperti katekin, quercetin, myricetin, dan epigallocatechin gallate (EGCG), yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Senyawa ini berperan dalam menetralisir stres oksidatif sekaligus menghambat aktivasi jalur inflamasi seluler.

Mendukung Perlindungan Sel Paru

Selain menekan peradangan, ekstrak teh hijau juga terbukti meningkatkan persentase sel hidup dan menurunkan tingkat apoptosis pada sel paru yang mengalami inflamasi. Temuan ini penting karena pada kondisi ARDS, kematian sel epitel paru berkontribusi langsung terhadap kerusakan jaringan, edema, dan penurunan kapasitas pertukaran oksigen.

Dengan menekan apoptosis, ekstrak teh hijau berpotensi membantu menjaga integritas jaringan paru dan mempercepat pemulihan fungsi seluler.

Penguatan Ekosistem Riset dan Hilirisasi Inovasi

Keterlibatan PT Aretha Medika Utama dalam penelitian ini menegaskan peran strategis perusahaan sebagai mitra riset biomolekuler yang mengintegrasikan keunggulan akademik, fasilitas laboratorium modern, dan orientasi hilirisasi inovasi. Dukungan terhadap penelitian ini juga memperkuat posisi Aretha dalam pengembangan kandidat produk kesehatan berbasis bahan alam yang aman, terstandarisasi, dan berdaya saing.

Kolaborasi lintas institusi menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi hasil riset menuju aplikasi nyata di bidang kesehatan dan bioteknologi.

Potensi Pengembangan Produk Berbasis Sains

Peneliti menyimpulkan bahwa ekstrak teh hijau memiliki potensi sebagai kandidat bahan suplemen pendukung untuk membantu meredakan inflamasi pada kondisi ARDS. Meski demikian, diperlukan penelitian lanjutan, termasuk uji praklinis dan klinis, untuk memastikan keamanan, efektivitas dosis, serta mekanisme kerja secara komprehensif sebelum implementasi lebih luas.

Melalui riset ini, PT Aretha Medika Utama terus menegaskan komitmennya dalam mendorong inovasi kesehatan berbasis bukti ilmiah, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan sains dan teknologi kesehatan global. (epsh)

About Aretha Medika

Check Also

Keterlibatan Prof. Dr. Wahyu Widowati (Tenaga Ahli PT Aretha Medika Utama) Perkuat Validasi Riset Antioksidan Herbal pada Seminar Tesis FK UK Maranatha

Bandung — Sinergi antara dunia akademik dan industri terus memainkan peran penting dalam memperkuat kualitas …

February 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728