Home / Activites / Kunyit Hitam Ungkap Potensi Lawan Photoaging: Prof. Wahyu Widowati Bimbing Riset di FK Maranatha

Kunyit Hitam Ungkap Potensi Lawan Photoaging: Prof. Wahyu Widowati Bimbing Riset di FK Maranatha

Bandung, 21 Januari 2026 — Komitmen pada riset berbasis sains molekuler dan bahan alam kembali diperkuat melalui peran Prof. Dr. Wahyu Widowati, M.Si. sebagai Pembimbing Pertama pada usulan penelitian tesis di Program Magister Penuaan Kulit dan Estetika, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha.

Penelitian yang disusun oleh dr. Desty Saduwa ini mengangkat isu penting dalam dunia dermatologi estetik, yaitu photoaging akibat paparan sinar UVB. Judul penelitian tersebut adalah:

“Pengaruh Ekstrak Kunyit Hitam (Curcuma caesia Roxb) terhadap Viabilitas Sel, Ekspresi Gen MMP-1 dan COL1A1 pada Sel Human Skin Fibroblast yang Dipapar Sinar UVB.”

Riset ini mengkaji potensi Curcuma caesia Roxb (kunyit hitam) sebagai agen anti-photoaging alami yang bekerja hingga level molekuler, khususnya pada sel human skin fibroblast yang berperan besar dalam sintesis kolagen dermal.

Paparan UVB diketahui memicu pembentukan reactive oxygen species (ROS) yang berdampak pada meningkatnya ekspresi gen MMP-1 (pemicu degradasi kolagen), menurunnya ekspresi gen COL1A1 (pembentuk kolagen tipe I), serta menurunkan viabilitas sel fibroblast. Melalui pendekatan in vitro, ekstrak kunyit hitam diuji pada berbagai konsentrasi untuk melihat kemampuannya dalam:

  1. meningkatkan viabilitas sel pasca paparan UVB,
  2. menekan ekspresi gen MMP-1, dan
  3. meningkatkan kembali ekspresi gen COL1A1.

Pendekatan ini menjadi penting karena sebagian besar penelitian sebelumnya hanya menyoroti aktivitas antioksidan kunyit hitam secara umum. Penelitian ini secara spesifik menghubungkan viabilitas selregulasi gen kolagen, dan mekanisme photoaging dalam satu desain eksperimental yang terukur.

Keterlibatan Prof. Dr. Wahyu Widowati, M.Si. sebagai pembimbing pertama memberikan penguatan pada aspek metodologi dan analisis molekuler penelitian ini. Sebagai Tenaga Ahli di PT Aretha Medika Utama, peran beliau juga selaras dengan visi Aretha dalam mendorong riset evidence-based berbasis bahan alam untuk pengembangan inovasi dermokosmetik.

Dari sisi keilmuan dan industri, riset ini membuka peluang besar dalam penyediaan data pra-klinis berbasis molekuler untuk pengembangan produk anti-aging, eksplorasi kunyit hitam sebagai bahan aktif dermokosmetik, serta pemanfaatan sumber daya hayati lokal Indonesia untuk solusi kesehatan kulit yang berkelanjutan.

Penelitian ini diharapkan menjadi pijakan ilmiah kuat bagi pengembangan agen anti-photoaging alami yang aman, efektif, dan aplikatif di masa mendatang. (epsh)

About Aretha Medika

Check Also

Komitmen terhadap Keunggulan Akademik: Prof. Dr. Wahyu Widowati, M.Si Menguji Tesis Suplementasi Astaxanthin dalam Studi Kedokteran Olahraga

Bandung – Komitmen terhadap penguatan mutu akademik dan riset kesehatan kembali ditegaskan melalui peran Prof. …

February 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728