Pernahkah Anda atau orang terdekat mulai merasakan nyeri lutut saat naik tangga? Atau sendi terasa kaku di pagi hari? Itu bukan sekadar “tanda usia”. Bisa jadi itu adalah gejala awal osteoartritis (OA) — penyakit sendi degeneratif yang kini menjadi salah satu penyebab utama penurunan kualitas hidup di dunia.
Data global menunjukkan bahwa ratusan juta orang hidup dengan osteoartritis, dan jumlahnya terus meningkat. Di Indonesia pun, prevalensinya terus bertambah seiring meningkatnya usia harapan hidup, obesitas, serta gaya hidup sedentari. Osteoartritis bukan hanya soal nyeri, tetapi tentang keterbatasan gerak, produktivitas yang menurun, dan kualitas hidup yang terganggu.
Lalu, apa sebenarnya yang terjadi di dalam sendi kita?
Apa yang Terjadi pada Sendi Saat Osteoartritis?
Di tingkat sel dan molekuler, osteoartritis bukan sekadar “aus”. Ia melibatkan proses inflamasi kronis dan stres oksidatif yang merusak tulang rawan.
Salah satu aktor utama dalam proses ini adalah NF-κB (Nuclear Factor kappa B) — faktor transkripsi yang mengendalikan ekspresi berbagai gen proinflamasi. Ketika sendi mengalami stres atau terpapar sitokin seperti IL-1β (Interleukin-1 beta), jalur NF-κB menjadi aktif.
Akibatnya:
- Produksi mediator inflamasi meningkat
- Enzim perusak tulang rawan seperti MMP dan ADAMTS dilepaskan
- Matriks tulang rawan terdegradasi
- Proses kerusakan sendi semakin progresif
Inilah mengapa osteoartritis tidak bisa dianggap sekadar masalah mekanis, tetapi juga masalah biologi molekuler.
Tantangan Terapi Saat Ini
Pengobatan osteoartritis umumnya menggunakan:
- Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
- Kortikosteroid
- Suplemen seperti glukosamin
Meski membantu meredakan gejala, penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping pada saluran cerna maupun sistem kardiovaskular.
Karena itu, dunia riset terus mencari pendekatan yang lebih aman, lebih efektif, dan berbasis ilmiah kuat.
Potensi Alami dari Kulit Manggis
Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) mengandung senyawa aktif utama bernama α-mangostin, golongan xanthone yang memiliki aktivitas:
- Antioksidan sangat kuat
- Antiinflamasi
- Potensial dalam menurunkan stres oksidatif
Dalam uji antioksidan DPPH, α-mangostin menunjukkan nilai IC₅₀ sekitar 13 µg/mL — tergolong aktivitas sangat kuat.
Namun, ada satu kendala besar:
α-mangostin sangat sulit larut dalam air.
Kelarutannya yang rendah membuat bioavailabilitasnya tidak optimal jika diberikan dalam bentuk konvensional seperti kapsul atau ekstrak biasa.
Solusinya: Nanopartikel Berbasis Kitosan
Di sinilah inovasi nanoteknologi berperan.
Penelitian di Laboratorium Biomolecular and Biomedical Research Center PT Aretha Medika Utama mengembangkan nanopartikel α-mangostin berbasis kitosan menggunakan metode gelasi ionik.
Kitosan adalah polimer alami yang:
- Biokompatibel
- Biodegradabel
- Aman digunakan dalam sistem penghantaran obat
Dengan ukuran partikel skala nanometer (10–1000 nm), formulasi ini bertujuan untuk:
✔️ Meningkatkan kelarutan α-mangostin
✔️ Meningkatkan stabilitas senyawa
✔️ Memperbaiki bioavailabilitas
✔️ Mempertahankan aktivitas antioksidan
Karakterisasi dilakukan menggunakan:
- Particle Size Analyzer (PSA) untuk mengukur ukuran partikel
- Zeta Potential Analyzer (ZPA) untuk menilai kestabilan sistem
- Uji antioksidan DPPH untuk memastikan aktivitas tetap optimal
Menguji Efeknya pada Model Sel Osteoartritis
Penelitian ini tidak berhenti pada formulasi.
Efektivitasnya diuji pada sel kondrosit manusia CHON-002 yang diinduksi IL-1β untuk menyerupai kondisi osteoartritis.
Analisis dilakukan menggunakan metode qRT-PCR untuk melihat apakah nanopartikel α-mangostin mampu memengaruhi ekspresi gen NF-κB.
Pendekatan ini penting karena:
- Mengkaji efek langsung pada tingkat molekuler
- Memberikan dasar ilmiah berbasis sel
- Mendukung pengembangan terapi yang lebih presisi
Mengapa Penelitian Ini Penting untuk Masyarakat?
Penelitian ini memberikan beberapa kontribusi penting:
- Mengembangkan sistem penghantaran senyawa alami yang lebih efektif
- Menghubungkan karakteristik fisikokimia nanopartikel dengan aktivitas biologisnya
- Membuka peluang terapi berbasis nanoteknologi untuk penyakit degeneratif
Bagi masyarakat, ini berarti harapan akan terapi yang:
- Lebih aman
- Lebih terarah
- Berbasis bukti ilmiah
Sendi Sehat, Hidup Lebih Aktif
Osteoartritis bukan sekadar bagian dari penuaan. Ia adalah proses biologis kompleks yang bisa dipahami, diteliti, dan didekati secara ilmiah.
Melalui riset inovatif seperti pengembangan nanopartikel α-mangostin berbasis kitosan, kita tidak hanya berbicara tentang sains — kita berbicara tentang menjaga kualitas hidup, mobilitas, dan kemandirian masyarakat.
Karena setiap langkah tanpa nyeri adalah kebebasan. Dan setiap kebebasan dimulai dari ilmu pengetahuan yang kuat.
Komitmen Riset untuk Inovasi Kesehatan
Tulisan ini bersumber dari Proposal Skripsi berjudul “Pengaruh Nanopartikel α-Mangostin terhadap Ekspresi NF-κB pada Model Sel Osteoartritis CHON-002 yang Diinduksi IL-1β” di tulis oleh Safira Tyagita Yustina (1308622016), Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Jakarta (2025).
Penelitian ini menjadi bagian dari pengembangan sains berbasis molekuler untuk mendukung inovasi terapi yang lebih aman dan presisi.
PT Aretha Medika Utama berkomitmen mendorong riset nanoteknologi dan biomedis yang berbasis bukti ilmiah, guna menghadirkan solusi kesehatan yang lebih efektif bagi masyarakat.(epsh)
Berbasis Ilmiah. Berorientasi Solusi.
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center
