Home / Activites / Kunyit dari Dapur hingga Laboratorium: Harapan Baru Melindungi Hati dari Kerusakan Obat

Kunyit dari Dapur hingga Laboratorium: Harapan Baru Melindungi Hati dari Kerusakan Obat

Di banyak rumah di Indonesia, kunyit sering digunakan sebagai bumbu dapur atau ramuan tradisional. Namun di balik warna kuning khasnya, tanaman ini ternyata menyimpan potensi besar bagi dunia kesehatan modern. Sebuah penelitian ilmiah terbaru menunjukkan bahwa ekstrak kunyit memiliki potensi melindungi sel hati dari kerusakan akibat obat tertentu.

Ancaman Tersembunyi dari Obat yang Umum Digunakan

Obat pereda nyeri seperti parasetamol (acetaminophen) merupakan salah satu obat yang paling sering digunakan masyarakat. Meski aman jika digunakan sesuai dosis, konsumsi berlebihan dapat memicu kerusakan hati yang serius.

Kerusakan ini terjadi karena tubuh menghasilkan radikal bebas berlebihan yang memicu stres oksidatif, peradangan, hingga kematian sel hati. Kondisi tersebut dikenal sebagai drug-induced liver injury atau cedera hati akibat obat. Dalam penelitian laboratorium menggunakan sel hati manusia (HepG2), para peneliti mencoba melihat apakah ekstrak kunyit dapat membantu melindungi sel dari kerusakan tersebut.

Senyawa Aktif Kunyit yang Bekerja Melindungi Sel Hati

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kunyit mengandung sejumlah senyawa bioaktif penting, antara lain:

  • Curcumin
  • Demethoxycurcumin
  • Bis-demethoxycurcumin
  • Ar-turmerone

Senyawa-senyawa ini dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang kuat.

Ketika sel hati yang rusak akibat paparan obat diberi perlakuan dengan ekstrak kunyit, para peneliti menemukan beberapa perubahan positif.

Ekstrak kunyit mampu:

  • menurunkan zat pemicu peradangan seperti IL-1β dan IL-6
  • menurunkan produksi radikal bebas seperti nitric oxide
  • menurunkan enzim kerusakan sel hati (LDH)
  • menghambat gen yang memicu kematian sel
  • meningkatkan sitokin antiinflamasi IL-10 yang membantu proses perlindungan jaringan
    Dengan kata lain, kunyit membantu mengurangi stres oksidatif, menekan peradangan, serta melindungi sel hati dari kematian.

Potensi Terapi Herbal Berbasis Sains

Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak kunyit berpotensi menjadi agen hepatoprotektif atau pelindung hati. Secara mekanisme, kunyit bekerja dengan menekan jalur kerusakan sel yang dipicu oleh obat dan radikal bebas, sekaligus meningkatkan respon perlindungan alami tubuh.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa penelitian ini masih dilakukan pada tingkat laboratorium menggunakan model sel. Artinya, penelitian lanjutan pada hewan dan manusia masih diperlukan untuk memastikan efektivitas serta keamanan penggunaannya dalam terapi klinis.

Kearifan Tradisional Bertemu Ilmu Pengetahuan

Penelitian ini menjadi contoh menarik bagaimana tanaman yang selama ini digunakan dalam pengobatan tradisional dapat dibuktikan manfaatnya melalui pendekatan ilmiah modern.

Kunyit yang selama berabad-abad hadir di dapur masyarakat Asia ternyata juga memiliki potensi besar dalam dunia medis.

Melalui penelitian seperti ini, harapannya tanaman herbal lokal tidak hanya dikenal sebagai ramuan tradisional, tetapi juga dapat berkembang menjadi terapi berbasis sains yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. (epsh)

Tim Peneliti :
Wahyu Widowati1*, Dian Ratih Laksmitawati2 , Diah Kartika Pratami2 , Deni Rahmat2 , S. Ravi Kiran3 , J. Achyutha Devi3 , Didik Priyandoko4 , Nindia Salsabila Mia Dewi5 , Annisa Firdaus Sutendi5 , Rizal Azis5,6, Dhanar Septyawan Hadiprasetyo5,7, Mariska Elizabeth1

“Intansi Kolaborator :”

1 Faculty of Medicine, Maranatha Christian University, Bandung 40164, Indonesia

2 Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila, Jakarta 12640, Indonesia

3 R.B.V.R.R. Women’s College, Narayanaguda, Hyderabad – 500027, Telangana, India

4 Biology Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences Education, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung 40154, Indonesia

5 Biomolecular and Biomedical Research Center, Aretha Medika Utama, Bandung 40163, Indonesia

6 Biomedical Engineering, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Indonesia, Depok 16425, Indonesia

7 Faculty of Pharmacy, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi 40531, Indonesia

Referesensi Artikel : doi: 10.4103/apjtb.apjtb_770_24

About Aretha Medika

Check Also

Dari Dapur ke Laboratorium: Jahe Merah dan Harapan Baru bagi Kesehatan Hati

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah berpotensi melindungi sel hati dari kerusakan akibat obat, …

March 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031