Bandung, 15 September 2026 — PT Aretha Medika Utama kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah MBKM sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran bagi mahasiswa magang. Pada Selasa (15/9), kegiatan kali ini mengangkat topik kultur sel, salah satu teknik dasar yang banyak digunakan dalam penelitian biomedis dan biomolekuler. Materi disampaikan oleh Hilda Nur Azizah, S.Si., dengan pembahasan yang mencakup konsep dasar kultur sel, jenis-jenis sel berdasarkan karakteristik pertumbuhannya, hingga pengenalan immortalized cell line dan penerapannya dalam penelitian.
Dalam sesi tersebut, peserta terlebih dahulu diperkenalkan pada konsep kultur sel sebagai teknik untuk memelihara dan menumbuhkan sel di luar lingkungan alaminya dengan kondisi yang dikendalikan. Kultur sel membutuhkan perhatian terhadap berbagai faktor, seperti komposisi media, kondisi inkubasi, suhu, pH, hingga aspek aseptik untuk menjaga sel tetap dalam kondisi yang sesuai. Pemahaman terhadap faktor-faktor tersebut menjadi dasar penting sebelum melakukan berbagai eksperimen menggunakan model sel.

Salah satu materi yang dibahas adalah jenis sel berdasarkan pola pertumbuhannya, khususnya adherent cell dan suspension cell. Adherent cell merupakan sel yang membutuhkan permukaan wadah kultur untuk melekat dan tumbuh, sedangkan suspension cell dapat tumbuh tersuspensi di dalam media. Perbedaan karakteristik tersebut membuat masing-masing jenis sel memerlukan pendekatan pemeliharaan dan penanganan yang berbeda selama proses kultur.
Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan mengenal karakteristik sel yang digunakan sebagai model penelitian. Peserta diajak memahami bahwa setiap cell line memiliki karakteristik biologis, kebutuhan kultur, serta respons terhadap perlakuan yang dapat berbeda. Karena itu, pemilihan jenis sel perlu disesuaikan dengan tujuan penelitian agar model yang digunakan dapat memberikan informasi yang relevan terhadap pertanyaan penelitian.

Materi juga mencakup cell immortalization, yaitu proses yang memungkinkan sel memiliki kemampuan untuk terus melakukan proliferasi dalam kondisi kultur tertentu dan tidak mengalami batas proliferasi seperti yang umumnya ditemukan pada sel primer. Konsep ini menjadi penting dalam penelitian karena immortalized cell line dapat digunakan secara lebih berkelanjutan sebagai model eksperimen, sehingga membantu peneliti melakukan pengujian secara berulang dengan karakteristik model yang relatif konsisten.
Selain membahas konsep immortalization, peserta juga diperkenalkan pada perbedaan antara primary cell dan cell line. Sel primer diperoleh secara langsung dari jaringan atau organisme dan umumnya memiliki karakteristik yang lebih dekat dengan kondisi fisiologis asalnya. Sementara itu, cell line yang telah dikembangkan untuk pemeliharaan jangka panjang dapat memberikan kemudahan dalam penggunaan sebagai model penelitian. Masing-masing memiliki kelebihan dan keterbatasan yang perlu dipertimbangkan sesuai kebutuhan eksperimen.
Pemahaman mengenai kultur sel tidak berhenti pada kemampuan mempertahankan sel agar tetap hidup. Kondisi sel selama pemeliharaan juga perlu diperhatikan karena perubahan lingkungan kultur, kontaminasi, kepadatan sel, maupun kondisi fisiologis dapat memengaruhi hasil eksperimen. Oleh sebab itu, keterampilan dalam mengamati kondisi sel dan menjaga kualitas kultur menjadi bagian penting dalam kegiatan penelitian berbasis cell culture.

Menjelang akhir kegiatan, sesi pembelajaran ditutup dengan kuis interaktif berbasis animasi yang diikuti oleh para peserta. Kuis tersebut berisi pertanyaan yang berkaitan dengan materi kultur sel yang telah disampaikan, mulai dari karakteristik jenis sel hingga konsep immortalized cell. Dengan format yang lebih interaktif, peserta tidak hanya diajak mengingat kembali materi, tetapi juga menguji sejauh mana pemahaman mereka terhadap konsep-konsep yang telah dipelajari.
Kegiatan kuis menjadi bagian yang menarik karena peserta dapat langsung melihat hasil pemahamannya setelah mengikuti rangkaian materi. Selain menjadi sarana evaluasi, sesi ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk kembali mengidentifikasi bagian-bagian materi yang masih perlu dipahami lebih lanjut.
Melalui Kuliah MBKM ini, mahasiswa mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai kultur sel, mulai dari karakteristik dan jenis sel, prinsip pemeliharaan, hingga penggunaan cell line sebagai model penelitian. Materi tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang terlibat dalam penelitian biomedis, khususnya penelitian yang memanfaatkan kultur sel untuk mempelajari aktivitas suatu senyawa, mekanisme biologis, maupun respons sel terhadap perlakuan tertentu.
Kegiatan ini juga memperkuat pembelajaran yang diperoleh mahasiswa selama menjalani aktivitas penelitian di laboratorium. Dengan memahami dasar-dasar kultur sel secara konseptual, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengikuti prosedur teknis, tetapi juga memahami alasan ilmiah di balik setiap tahapan yang dilakukan. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun keterampilan riset dan kesiapan mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian biomolekuler dan biomedis secara lebih mendalam.
Kuliah MBKM kultur sel menjadi salah satu bentuk pembelajaran berkelanjutan yang dihadirkan PT Aretha Medika Utama untuk memperluas wawasan mahasiswa melalui perpaduan antara pembelajaran teoritis, diskusi, dan evaluasi interaktif di lingkungan laboratorium.
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center