Bandung, 18 September 2026 — PT Aretha Medika Utama kembali menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan akademik ke dalam kegiatan penelitian. Pada Jumat, 18 September 2026, dua mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mempresentasikan laporan akhir kerja praktik yang telah dilaksanakan di lingkungan Aretha Medika Utama.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini menjadi bagian dari tahap akhir kerja praktik mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, masing-masing mahasiswa memaparkan penelitian yang berfokus pada pengembangan dan evaluasi produk skincare dengan pendekatan molekuler untuk melihat potensinya sebagai agen anti-aging.
Dua mahasiswa ITS yang mempresentasikan hasil kerja praktiknya adalah Vina Rosalina (5005231075) dan Azmi Latifatul Artantiwi (5005231047).

Vina Rosalina mempresentasikan penelitian berjudul “Evaluasi Efektivitas Toner Anti-Aging dalam Mengatur Ekspresi Gen TNF-α dan TGF-β1 melalui Metode qRT-PCR.” Penelitian ini berfokus pada evaluasi efektivitas toner anti-aging dengan mengamati ekspresi gen TNF-α dan TGF-β1 menggunakan metode quantitative Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (qRT-PCR). Kedua target tersebut digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai respons molekuler yang berkaitan dengan proses inflamasi dan kondisi kulit.

Sementara itu, Azmi Latifatul Artantiwi mengangkat penelitian berjudul “Analisis Ekspresi Gen TNF-α dan ELN dengan Metode qRT-PCR pada Produk Moisturizer sebagai Agen Anti-Aging.” Penelitian ini mengeksplorasi potensi produk moisturizer sebagai agen anti-aging melalui analisis ekspresi gen TNF-α dan ELN. Penggunaan ELN sebagai salah satu parameter memberikan pendekatan untuk melihat aspek yang berkaitan dengan elastisitas dan karakteristik kulit dalam konteks penuaan.
Melalui kedua penelitian tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam menerapkan metode analisis molekuler untuk mengevaluasi respons biologis terhadap produk skincare. Penggunaan metode qRT-PCR juga menjadi bagian penting dalam penelitian karena memungkinkan pengamatan ekspresi gen secara kuantitatif sehingga hasil penelitian dapat dikaji pada tingkat molekuler.
Dalam sesi presentasi, kedua mahasiswa memaparkan rangkaian penelitian mulai dari latar belakang, tujuan, metode, hingga hasil dan pembahasan yang diperoleh selama pelaksanaan kerja praktik. Presentasi ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperoleh masukan dan evaluasi dari para pembimbing terhadap penelitian maupun penyusunan laporan akhir.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Prof. Dr. Wahyu Widowati, M.Si. selaku pembimbing eksternal dan Mukhamad Muryono, S.Si., M.Si., Ph.D. selaku pembimbing internal. Diskusi yang berlangsung selama kegiatan menjadi bagian dari proses evaluasi sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mempertajam pemahaman terhadap penelitian yang telah dilakukan.
Pelaksanaan laporan akhir kerja praktik ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara dunia akademik dan lingkungan penelitian. Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut tidak hanya memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan teknis di laboratorium, tetapi juga melatih kemampuan dalam mengolah data, membahas hasil penelitian, serta menyampaikan temuan ilmiah secara sistematis.
Melalui kegiatan kerja praktik bersama Aretha Medika Utama, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman penelitian yang lebih dekat dengan penerapan ilmu di lingkungan profesional sekaligus memperluas pemahaman mengenai proses penelitian dan pengembangan di bidang biomedis serta skincare.
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center