
Upaya membawa hasil penelitian keluar dari laboratorium menuju produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat menjadi pokok pembahasan dalam pertemuan PT Aretha Medika Utama dengan PT Pajajaran Herba Indonesia (PHI) pada Rabu, 7 Oktober 2026. Perwakilan PT PHI berkunjung ke Aretha untuk berdiskusi mengenai peluang kolaborasi kedua perusahaan. Dari pihak Aretha hadir Prof. Wahyu Widowati selaku Guru Besar FK-UKM sekaligus Tenaga Ahli PT Aretha Medika Utama, bersama Hanna Sari Widya Kusuma, S.Si., Direktur PT Aretha Medika Utama.
Pertemuan dibuka dengan penjajakan dan berbagi pandangan mengenai visi dan misi masing-masing perusahaan. Aretha memaparkan formula-formula prototipe yang merupakan hasil hilirisasi penelitian para dosen dan mitra Aretha. Pembahasan mencakup pengembangan produk dalam kategori obat tradisional (TR), pangan olahan (MD), kosmetik (NA), dan suplemen kesehatan (SD), beserta ketentuan regulasi BPOM yang harus dipenuhi dalam proses pendaftaran dan peredarannya.

Pada sesi berikutnya, PT PHI memperkenalkan varian-varian produk hasil perusahaannya. Pemaparan ini memberi gambaran mengenai kapasitas dan pengalaman PT PHI di bidang produk herbal, sehingga kedua pihak dapat melihat titik temu antara prototipe yang dikembangkan Aretha dan kebutuhan pengembangan produk di PT PHI.
Diskusi kemudian berlanjut ke rencana kerja sama. Kedua pihak membahas bentuk kolaborasi yang akan dijalankan dan mulai menyusun draft nota kesepahaman (MOU) antara PT Aretha Medika Utama dan PT Pajajaran Herba Indonesia.
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mempertemukan riset dan industri dalam satu jalur hilirisasi. Kedua perusahaan sepakat melanjutkan pembahasan draft MOU sebagai dasar kerja sama yang diharapkan dapat mendorong lahirnya produk herbal berbasis riset yang bermutu dan sesuai regulasi.
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center