Home / Activites / Rizal Azis, S.Si., M.Biotech., M.Sc., Ph.D. Bekali Peserta Magang dan Staf PT Aretha Medika Utama Pengetahuan Sel Punca hingga Induced Pluripotent Stem Cells (iPSCs)

Rizal Azis, S.Si., M.Biotech., M.Sc., Ph.D. Bekali Peserta Magang dan Staf PT Aretha Medika Utama Pengetahuan Sel Punca hingga Induced Pluripotent Stem Cells (iPSCs)

Satu sel dewasa dari kulit bisa diprogram ulang menjadi sel punca. Gagasan itulah yang menjadi ujung pembahasan dalam kelas kuliah magang PT Aretha Medika Utama pada Rabu, 4 November 2026, pukul 08.00-09.00 WIB. Kelas berlangsung secara daring dan diikuti mahasiswa magang dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Padjadjaran (UNPAD), bersama staf Aretha. Materi bertema Induced Pluripotent Stem Cells (iPSCs) disampaikan oleh Rizal Azis, S.Si., M.Biotech., M.Sc., Ph.D.

Sebelum masuk ke iPSC, sesi dimulai dari dasar sel punca. Peserta diajak mengenali sel punca jaringan (tissue stem cells) dan lokasinya di tubuh, misalnya di sumsum tulang, kulit, usus, dan otot, serta apa yang bisa dilakukan sel-sel itu. Sebagai contoh, sel punca darah di sumsum tulang hanya menghasilkan jenis sel darah yang terspesialisasi, yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Ini memperlihatkan perbedaan antara sel punca yang kemampuan berubahnya terbatas dan sel punca yang lebih fleksibel.

Pembahasan kemudian menyoroti sel punca mesenkimal (mesenchymal stem cells/MSC), salah satu jenis yang paling banyak diteliti. Peserta mempelajari pedoman internasional yang dipakai untuk mendefinisikan MSC, yaitu sel menempel pada plastik kultur, mengekspresikan penanda CD105, CD73, dan CD90, tidak mengekspresikan CD34, CD45, CD14 atau CD11b, CD19, dan HLA-DR, serta mampu berdiferensiasi menjadi osteoblas, adiposit, dan kondroblas. Kelas juga mengulas mengapa MSC menarik untuk terapi, antara lain kemampuannya menuju dan menetap di jaringan target (homing dan engraftment), potensi diferensiasi yang luas, serta sifat imunosupresifnya. Dibahas pula perbedaan MSC autolog dan alogenik dalam proses produksinya, serta pertanyaan yang kerap muncul tentang kemiripan MSC dengan fibroblas.

Dari sini kelas mengarah pada iPSC, yaitu sel punca pluripoten yang dihasilkan dengan memrogram ulang sel dewasa, seperti fibroblas dari kulit, sehingga kembali memiliki kemampuan berkembang menjadi berbagai jenis sel. Pendekatan ini dipandang penting karena membuka jalan bagi pemodelan penyakit dan pengembangan terapi berbasis sel yang berasal dari pasien sendiri, tanpa bergantung pada sumber embrio.

Bagi mahasiswa magang dari UPI dan UNPAD, kelas ini memberi gambaran peta sel punca dari yang paling dasar hingga teknologi reprogram. Bagi staf Aretha, sesi ini menjadi penyegaran sekaligus pengingat tentang konsep yang menjadi dasar berbagai penelitian berbasis sel yang dikerjakan di laboratorium.

About Aretha Medika

Check Also

Prof. Dr. rer. nat., apt. Deni Rahmat, M.Si. Bekali Peserta Magang dan Staf PT Aretha Medika Utama Pengetahuan Nanoteknologi dalam Formulasi Herbal

Obat herbal sudah lama dipakai, tetapi penggunaan yang keliru justru bisa membahayakan. Pesan itu menjadi …

November 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30