Bandung — PT Aretha Medika Utama terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pengembangan riset biomolekuler dan inovasi kesehatan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan aktif tim peneliti Aretha dalam publikasi ilmiah terbaru pada Journal of Herbmed Pharmacology yang mengkaji potensi ekstrak umbi yacon (Smallanthus sonchifolius) sebagai kandidat agen antidiabetes berbasis bahan alam.
Penelitian kolaboratif ini melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha dan Aretha Medika Utama – Biomolecular and Biomedical Research Center. Fokus utama riset adalah mengevaluasi aktivitas antioksidan serta kemampuan ekstrak yacon dalam menghambat enzim-enzim kunci pengatur metabolisme glukosa, yakni α-amylase, α-glucosidase, dan glucose-6-phosphatase (G6Pase).
Menjawab Tantangan Diabetes secara Ilmiah dan Berkelanjutan
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang erat kaitannya dengan peningkatan kadar gula darah dan stres oksidatif. Radikal bebas berlebih dapat mempercepat kerusakan sel, sementara aktivitas enzim pencerna karbohidrat mempercepat pelepasan glukosa ke dalam darah. Pendekatan terapeutik modern tidak hanya berfokus pada penurunan gula darah, tetapi juga pengendalian stres oksidatif secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan ilmiah terstandar, penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak yacon mengandung senyawa bioaktif utama seperti flavonoid, fenolik, terpenoid, dan alkaloid. Senyawa-senyawa ini berperan sebagai antioksidan alami sekaligus berkontribusi dalam penghambatan enzim pengatur glukosa.
Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak yacon meningkat seiring peningkatan konsentrasi. Selain itu, ekstrak ini terbukti mampu menekan aktivitas α-amylase, α-glucosidase, dan G6Pase, yang berpotensi memperlambat pemecahan karbohidrat dan menekan lonjakan kadar gula darah pasca konsumsi makanan.
Mekanisme Kerja: Sinergi Perlindungan Sel dan Regulasi Glukosa
Secara mekanistik, ekstrak yacon bekerja melalui dua jalur utama. Pertama, antioksidan di dalamnya menetralkan radikal bebas sehingga membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Kedua, penghambatan enzim pencernaan dan produksi glukosa membantu mengatur laju masuknya glukosa ke dalam aliran darah.
Sinergi antara perlindungan sel dan regulasi metabolisme ini menjadikan yacon sebagai kandidat bahan baku strategis dalam pengembangan produk kesehatan berbasis fitofarmaka dan nutraseutikal yang aman dan berkelanjutan.
Peran Aretha Medika Utama dalam Hilirisasi Riset
Keterlibatan Aretha Medika Utama dalam penelitian ini menegaskan peran perusahaan sebagai penggerak hilirisasi riset berbasis sains. Aretha tidak hanya berperan dalam dukungan laboratorium dan validasi ilmiah, tetapi juga membangun jembatan antara hasil penelitian akademik dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Strategi ini sejalan dengan visi perusahaan untuk memperkuat ekosistem inovasi nasional melalui pengembangan bahan baku terstandar, riset berbasis bukti, serta penguatan kualitas produk kesehatan berbasis sumber daya hayati Indonesia.
Arah Pengembangan dan Peluang Inovasi
Meskipun hasil riset in vitro menunjukkan potensi yang menjanjikan, penelitian lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan efektivitas biologis, keamanan penggunaan jangka panjang, serta kesiapan formulasi produk menuju aplikasi klinis dan komersial.
Dengan pendekatan kolaboratif antara akademisi dan industri, Aretha Medika Utama optimistis bahwa riset yacon dapat membuka peluang lahirnya inovasi produk kesehatan yang tidak hanya kompetitif secara ilmiah, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri kesehatan nasional. (epsh)
Referensi Artikel: https//doi: 10.34172/jhp.2025.52551
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center
