Jakarta — Komitmen Aretha Medika Utama dalam memperkuat ekosistem riset farmasi nasional kembali ditunjukkan melalui keterlibatan Prof. Dr. Wahyu Widowati, M.Si., dosen dan peneliti senior sekaligus tenaga ahli Aretha Medika Utama, sebagai anggota Dewan Penguji pada Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, Selasa, 30 Desember 2025.
Sidang promosi doktor diselenggarakan pada pukul 08.30–11.30 WIB dan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Pancasila, Prof. Dr. Adnan Hamid, yang bertindak sebagai Ketua Sidang. Forum akademik ini menjadi puncak evaluasi ilmiah yang menegaskan standar mutu, kebaruan, dan relevansi riset doktoral.
Promovendus pada sidang terbuka ini adalah Dr. Aria Chandra Gunawan Triwibowo Soedomo, S.Sp.N., M.Kes., S.H., M.H., S.S., FNR., CFIDN., C.M.C., yang mempertahankan disertasi berjudul:
“Efek Neuroprotektif Polihherbal (Moringa oleifera, Phyllanthus niruri, dan Nigella sativa) pada Neurotoksisitas yang Diinduksi Trimetiltin (TMT)”.
Disertasi tersebut mengkaji potensi bahan alam Indonesia sebagai kandidat terapi neuroprotektif berbasis bukti ilmiah, selaras dengan arah pengembangan farmasi modern dan riset biomolekuler.
Tim Promotor dan Dewan Penguji (Lintas Keilmuan & Institusi)
Sidang ini melibatkan kolaborasi akademik yang kuat melalui tim promotor dan dewan penguji sebagai berikut:
- Prof. Dr. Syamsudin, M.Biomed.
- Prof. Dr. Abdul Gofir, Sp.S(K), M.Sc.
- Prof. drh. Bambang Pontjo Priosoeryanto, MS., Ph.D., APVet., DACCM
- Prof. apt. Ni Made Dwi Shandutami, M.Kes.
- Dr. apt. Yesi Desmiaty, M.Si.
- Prof. Dr. Wawaimuli Arozal, M.Biomed., Pharm.D.
- Prof. Dr. Wahyu Widowati, M.Si.
Kehadiran dewan penguji dengan latar belakang keilmuan yang beragam menegaskan kekuatan kolaborasi antaruniversitas dan integrasi multidisiplin dalam menjaga kualitas riset doktoral di bidang farmasi dan kesehatan.
Dalam perannya sebagai penguji, Prof. Dr. Wahyu Widowati, M.Si. berkontribusi menilai ketepatan metodologi, validitas data, kontribusi ilmiah, serta potensi translasi riset terhadap pengembangan ilmu farmasi dan kesehatan. Keterlibatan ini sekaligus mencerminkan peran Aretha Medika Utama sebagai mitra strategis akademik yang menjembatani riset dasar dan riset terapan.
Direktur Aretha Medika Utama, Hanna Sariwidya, S.Si, menegaskan bahwa partisipasi ilmuwan Aretha dalam forum akademik strategis merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan.
“Sinergi antara akademisi dan industri riset merupakan fondasi penting dalam menghasilkan inovasi berbasis sains yang relevan, berintegritas, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui keterlibatan aktif para ilmuwannya dalam sidang doktoral dan berbagai forum akademik, Aretha Medika Utama terus memperkuat kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu farmasi dan riset kesehatan nasional, serta menegaskan posisinya sebagai pusat riset biomolekuler yang berorientasi pada dampak ilmiah dan kemanfaatan bagi masyarakat. (epsh)
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center




