Home / Activites / Dari Beras hingga Inovasi Anti-Aging: Riset Aretha Medika Utama Buka Peluang Pengembangan Bahan Aktif Alami

Dari Beras hingga Inovasi Anti-Aging: Riset Aretha Medika Utama Buka Peluang Pengembangan Bahan Aktif Alami

Bandung — Di tengah meningkatnya tuntutan akan solusi kesehatan berbasis sains, riset menjadi fondasi utama dalam mendorong inovasi yang berkelanjutan. PT Aretha Medika Utama kembali menegaskan perannya sebagai pusat riset biomolekuler terdepan melalui publikasi ilmiah internasional yang mengungkap potensi senyawa alami dalam perlindungan sel dan pencegahan penuaan dini.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal bereputasi internasional Journal of Natural Remedies dan mengevaluasi aktivitas antioksidan serta anti-aging dari ekstrak beras (Oryza sativa), vanillin, dan asam kumarat (coumaric acid). Riset ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia melalui pendekatan ilmiah yang terstandarisasi.

Menjawab Tantangan Stres Oksidatif dan Penuaan

Penuaan biologis dipengaruhi oleh akumulasi radikal bebas (reactive oxygen species/ROS) yang dipicu oleh paparan sinar ultraviolet, polusi lingkungan, dan gaya hidup modern. Stres oksidatif berkontribusi terhadap kerusakan struktur sel dan jaringan, termasuk penurunan kolagen, elastin, dan asam hialuronat yang berperan menjaga elastisitas, kekencangan, dan hidrasi kulit.

Antioksidan berfungsi sebagai mekanisme protektif yang menetralkan radikal bebas dan menekan degradasi jaringan. Oleh karena itu, eksplorasi sumber antioksidan alami yang aman, efektif, dan tervalidasi secara ilmiah menjadi fokus utama riset kesehatan dan kosmetik modern.

Pendekatan Biomolekuler: Validasi Ilmiah Senyawa Alami

Melalui pengujian laboratorium terintegrasi, penelitian ini menganalisis tiga bahan utama:

  • 🌾 Ekstrak beras (Oryza sativa)
  • 🌿 Vanillin
  • 🌿 Asam kumarat (coumaric acid)

Evaluasi aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode standar internasional:

  • DPPH – mengukur kapasitas penangkapan radikal bebas,
  • ABTS – menilai kemampuan reduksi oksidan,
  • FRAP – mengukur kekuatan reduksi ion logam.

Sementara itu, potensi anti-aging dianalisis melalui penghambatan enzim kunci penuaan kulit:

  • Kolagenase – degradasi kolagen,
  • Elastase – penurunan elastisitas jaringan,
  • Hialuronidase – degradasi kelembapan alami kulit.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa vanillin dan asam kumarat memiliki aktivitas antioksidan dan anti-aging lebih tinggi dibandingkan ekstrak beras, sementara ekstrak beras tetap menunjukkan potensi biologis sebagai sumber senyawa bioaktif alami. Temuan ini memperkuat dasar ilmiah pengembangan bahan aktif berbasis alam untuk aplikasi kesehatan dan kosmetik.

Hilirisasi Riset dan Akselerasi Inovasi Industri

Sebagai pusat riset biomolekuler dan biomedis, Aretha Medika Utama berkomitmen mendorong hilirisasi riset agar inovasi dapat diterjemahkan menjadi solusi aplikatif bagi industri dan masyarakat. Didukung fasilitas laboratorium berstandar internasional serta peneliti multidisiplin, Aretha mengembangkan ekosistem riset yang mencakup:

✔️ Eksplorasi bahan alam dan senyawa bioaktif
✔️ Validasi keamanan dan efektivitas bahan aktif
✔️ Pengembangan teknologi diagnostik dan biomolekuler
✔️ Kolaborasi riset nasional dan internasional
✔️ Transfer teknologi ke sektor industri

Pendekatan ini memastikan kesinambungan antara penelitian dasar dan implementasi komersial.

Memperkuat Daya Saing Riset Bahan Alam Indonesia

Dengan keanekaragaman hayati yang melimpah, Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan bahan alam global. Namun, daya saing hanya dapat dicapai melalui riset terstandarisasi, validasi ilmiah, serta inovasi berkelanjutan. Melalui kontribusi riset ini, Aretha Medika Utama memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem riset internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas sektor.

Komitmen Aretha untuk Masa Depan Kesehatan

Bagi PT Aretha Medika Utama, riset merupakan investasi strategis dalam meningkatkan kualitas hidup manusia. Komitmen ini diwujudkan melalui konsistensi publikasi ilmiah, penguatan infrastruktur laboratorium, serta pengembangan kemitraan riset berkelanjutan.

Dengan integritas ilmiah dan semangat inovasi, Aretha terus menghadirkan solusi berbasis sains yang relevan bagi tantangan kesehatan masa depan. (epsh)

Karena kemajuan kesehatan dimulai dari riset yang terpercaya.

Tim Peneliti :
Wahyu Widowati1*,
Nurul Fauziah1
, Heddy Herdiman1
, Merry Afni2
, Ervi Afifah2
, Hanna Sari
W. Kusuma2
, Hayatun Nufus2
, Seila Arumwardana2
and Dwi Davidson Rihibiha2

Institusi Kolaborator
1Medical Research Center, Faculty of Medicine, Maranatha Christian University, Jl Prof Drg Surya
Sumantri No 65 Bandung 40164, West Java, Indonesia
2Aretha Medika Utama, Biomolecular and Biomedical Research Center, Jl Babakan Jeruk 2,
No 9, Bandung 40163, West Java, Indonesia
Image created

About Aretha Medika

Check Also

Saat Riset Menyelamatkan Jutaan Nyawa: Strategi Baru Menekan Bahaya Rokok di Indonesia

Bandung — Tingginya prevalensi perokok di Indonesia masih menjadi tantangan serius bagi pembangunan kesehatan nasional. …

January 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031