Bandung — Riset biomolekuler Indonesia kembali menegaskan eksistensinya di kancah global. Melalui keikutsertaan Prof. Dr. Wahyu Widowati, M.Si., tenaga ahli PT Aretha Medika Utama, Indonesia tampil dalam forum ilmiah internasional 14th International Conference on Health Information Science (HIS) 2025 yang berlangsung pada 2–4 Desember 2025 di Universitas Kristen Maranatha, Bandung.
Dalam konferensi bergengsi yang mempertemukan peneliti, akademisi, dan profesional kesehatan dari berbagai negara tersebut, Prof. Wahyu bersama tim peneliti yang terdiri dari Susy Tjahjani, Meilinah Hidayat, Sulkhan Windrayahya, Dwi Nur Triharsiwi, dan Maheda Dwinarendra mempresentasikan penelitian berjudul “Antioxidant and Anti-Aging Potential of TriGlow+: Evaluation through DPPH, FRAP, Elastase, and Collagenase Assays”.
Penelitian ini mengkaji potensi antioksidan dan anti-penuaan melalui pendekatan biomolekuler dengan berbagai metode uji laboratorium, sebagai bagian dari pengembangan sains kesehatan preventif berbasis bukti ilmiah. Kajian tersebut menjadi kontribusi ilmiah Indonesia dalam diskursus global mengenai inovasi kesehatan dan pengembangan produk berbasis sains.
Keikutsertaan Prof. Wahyu dan tim dalam HIS 2025 tidak terlepas dari proses akademik yang ketat. Naskah penelitian telah melalui tahapan seleksi serta peer-review internasional sebelum dinyatakan layak dipresentasikan, menegaskan kualitas metodologi dan relevansi ilmiah riset yang dibawakan.
Direktur Utama PT Aretha Medika Utama, Hanna Sariwidya, menyampaikan bahwa partisipasi tenaga ahli Aretha dalam forum ilmiah internasional merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun riset kesehatan yang berdaya saing global.
“Aretha berkomitmen mendorong riset berbasis sains dan kolaborasi lintas institusi. Kehadiran tenaga ahli kami dalam forum ilmiah internasional menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan kesehatan,” ujarnya.
Sebagai pusat riset biomolekuler dan biomedis, PT Aretha Medika Utama secara konsisten mendukung riset kolaboratif yang mengedepankan standar ilmiah internasional, integritas akademik, dan relevansi terhadap tantangan kesehatan masa depan.
HIS 2025 sendiri merupakan konferensi internasional yang menyoroti integrasi antara ilmu kesehatan, biomedisin, dan sistem informasi kesehatan. Forum ini menjadi ruang strategis bagi pertukaran gagasan, hasil riset, serta kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan kesehatan global di era berbasis data dan teknologi.
Melalui keterlibatan aktif dalam forum ilmiah internasional tersebut, PT Aretha Medika Utama turut memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian dari komunitas riset global. Kehadiran ilmuwan Indonesia di panggung dunia tidak hanya menjadi capaian individual, tetapi juga mencerminkan kemajuan ekosistem riset nasional yang semakin kompetitif dan diakui secara internasional. (epsh)
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center
