Osteoartritis (OA) merupakan salah satu penyakit sendi degeneratif yang paling banyak dialami masyarakat, terutama pada usia lanjut. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan nyeri dan kekakuan sendi, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup, produktivitas, dan kemandirian penderitanya.
Di balik gejala yang tampak sederhana, OA melibatkan proses biologis yang kompleks: inflamasi kronis, stres oksidatif, dan degradasi tulang rawan yang berlangsung secara progresif. Karena itu, dibutuhkan pendekatan terapi yang tidak hanya meredakan nyeri, tetapi juga menargetkan mekanisme molekuler penyebab kerusakan sendi.
Melalui riset eksperimental berbasis kultur sel, penelitian yang dilakukan di Laboratorium Sel Kultur PT Aretha Medika Utama mengembangkan Nano α-Mangostin sebagai kandidat inovatif berbasis bahan alam untuk penanganan osteoartritis .
Memahami Akar Masalah Osteoartritis
Pada tingkat seluler, osteoartritis dipicu oleh peningkatan sitokin proinflamasi seperti IL-1β. Sitokin ini mengaktifkan jalur inflamasi yang mendorong produksi mediator lain, termasuk IL-6, yang berperan dalam:
- Mempercepat degradasi matriks tulang rawan
- Menghambat regenerasi jaringan
- Meningkatkan proses peradangan kronis
Selain inflamasi, stres oksidatif turut memperparah kondisi sendi. Produksi Reactive Oxygen Species (ROS) yang berlebihan menyebabkan peroksidasi lipid dan menghasilkan Malondialdehyde (MDA), biomarker utama kerusakan oksidatif pada sel .
Dengan kata lain, inflamasi dan stres oksidatif bekerja bersama mempercepat kerusakan tulang rawan pada OA.
Potensi α-Mangostin: Senyawa Bioaktif dari Kulit Manggis
Indonesia dikenal kaya akan sumber daya hayati, salah satunya adalah buah manggis (Garcinia mangostana L.). Pada kulit buahnya terdapat senyawa utama bernama α-mangostin, golongan xanton yang telah dilaporkan memiliki aktivitas:
- Antiinflamasi
- Antioksidan
- Protektif terhadap sel kondrosit
Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa α-mangostin mampu menghambat jalur inflamasi yang dipicu IL-1β serta menekan mediator inflamasi seperti IL-6 .
Namun, kendala utamanya adalah kelarutan α-mangostin yang sangat rendah dalam air, sehingga membatasi efektivitas biologisnya.
Transformasi melalui Teknologi Nano
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, α-mangostin diformulasikan dalam sistem nanopartikel berbasis kitosan menggunakan metode gelasi ionik .
Kitosan merupakan biopolimer alami yang:
- Biokompatibel dan biodegradable
- Memiliki toksisitas rendah
- Mampu meningkatkan stabilitas dan penghantaran senyawa aktif
Teknologi nanopartikel memungkinkan peningkatan kelarutan, stabilitas, serta penetrasi seluler α-mangostin. Formulasi ini dikenal sebagai Nano α-Mangostin (NAM), yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas antiinflamasi dan antioksidannya.
Bagaimana Penelitian Dilakukan?
Penelitian ini menggunakan model sel kondrosit manusia CHON-002 yang diinduksi IL-1β untuk mensimulasikan kondisi osteoartritis secara in vitro .
Beberapa tahapan evaluasi dilakukan secara komprehensif:
1️. Uji Sitotoksisitas (WST-8 Assay)
Untuk memastikan keamanan Nano α-Mangostin terhadap sel dan menentukan konsentrasi optimal.
2️. Analisis Ekspresi Gen IL-6 (qRT-PCR)
Untuk mengukur kemampuan Nano α-Mangostin dalam menekan respon inflamasi pada tingkat genetik.
3️. Uji Kolorimetri MDA
Untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap penurunan stres oksidatif.
Pendekatan ini memberikan gambaran ilmiah yang terukur mengenai potensi antiinflamasi dan antioksidan Nano α-Mangostin.
Mengapa Ini Penting bagi Masyarakat?
Selama ini, terapi osteoartritis lebih berfokus pada pereda gejala. Riset ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis bahan alam yang diformulasikan dengan teknologi modern dapat:
- Menargetkan mekanisme inflamasi secara lebih spesifik
- Mengurangi stres oksidatif pada tingkat seluler
- Berpotensi memberikan alternatif terapi yang lebih aman
Walaupun masih dalam tahap penelitian in vitro, hasil ini membuka peluang pengembangan terapi berbasis senyawa alami Indonesia yang didukung teknologi biomedis mutakhir.
Kontribusi Akademik
Penelitian ini merupakan karya ilmiah berjudul: “Uji Sitotoksisitas dan Pengaruh Nano α-Mangostin terhadap Ekspresi IL-6 dan MDA pada Model Sel Osteoartritis CHON-002 yang Diinduksi IL-1β” yang ditulis oleh Sherly Catalina Salim (NIM 1308622063), mahasiswa Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta.
Karya ini menjadi kontribusi akademik dalam pengembangan riset biomedis berbasis bahan alam serta memperkuat integrasi antara penelitian dasar (basic research) dan potensi aplikasi terapi berbasis nanoteknologi.
Komitmen Aretha Medika Utama
Sebagai pusat riset biomolekuler dan biomedis, Aretha Medika Utama berkomitmen untuk mengembangkan inovasi berbasis bukti ilmiah. Nano α-Mangostin menjadi salah satu contoh integrasi antara kekayaan alam dan teknologi nanomedis dalam upaya menjawab tantangan penyakit degeneratif.
Karena masa depan terapi bukan hanya tentang meredakan nyeri, tetapi tentang memahami dan menargetkan akar penyebab penyakit secara ilmiah dan berkelanjutan.(epsh)
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center
