Home / Activites / Ketika Paru-Paru “Kelelahan” Melawan Peradangan: Harapan Itu Ternyata Datang dari Tali Pusat

Ketika Paru-Paru “Kelelahan” Melawan Peradangan: Harapan Itu Ternyata Datang dari Tali Pusat

Pernahkah kita membayangkan bagaimana tubuh melawan penyakit?

Di dalam tubuh, setiap kali ada infeksi, sistem imun akan bergerak cepat seperti pasukan penjaga. Mereka melepaskan berbagai zat untuk melawan virus atau bakteri.

Namun terkadang, pasukan ini terlalu bersemangat.

Alih-alih melindungi, reaksi yang berlebihan justru menyebabkan peradangan besar di dalam tubuh. Pada paru-paru, kondisi ini bisa berubah menjadi sesuatu yang sangat berbahaya yang dikenal sebagai Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS).

Pada kondisi ini, paru-paru seperti “tenggelam” dalam badai peradangan.

Tubuh melepaskan terlalu banyak molekul inflamasi seperti IL-1β, IL-6, dan TNF-α yang membuat jaringan paru menjadi rusak dan sulit bernapas. Dalam banyak kasus, kondisi ini bisa berujung pada kegagalan organ.

Namun di balik masalah ini, para ilmuwan menemukan sesuatu yang menarik. Harapan itu ternyata datang dari sesuatu yang selama ini sering dianggap tidak penting: tali pusat manusia.

Dari Tali Pusat, Para Ilmuwan Menemukan “Tim Perbaikan” Tubuh

Di dalam tali pusat terdapat jaringan khusus bernama Wharton’s Jelly. Jaringan ini menyimpan sel punca yang luar biasa, dikenal sebagai mesenchymal stem cells.

Sel ini memiliki kemampuan yang unik.

Mereka tidak hanya membantu memperbaiki jaringan, tetapi juga mengirimkan berbagai molekul yang mampu menenangkan peradangan di dalam tubuh.

Para peneliti menemukan bahwa sel ini melepaskan berbagai protein penting seperti:

VEGF-α – membantu pembentukan pembuluh darah baru
EGF-β – membantu regenerasi sel
IL-10 – molekul yang menenangkan sistem imun
HGF – membantu memperbaiki jaringan paru

Protein-protein ini bekerja seperti tim penyelamat biologis yang membantu tubuh memperbaiki dirinya sendiri.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Penelitian menunjukkan bahwa zat-zat tersebut dapat berinteraksi dengan molekul penyebab peradangan di dalam tubuh.

Melalui simulasi komputer tingkat molekuler, para peneliti menemukan bahwa protein dari sel punca ini dapat berikatan kuat dengan sitokin inflamasi seperti IL-1β, IL-6, dan TNF-α.

Interaksi ini berpotensi menekan badai sitokin yang sering menjadi penyebab kerusakan paru pada ARDS.

Selain itu, molekul-molekul ini juga membantu:

• memperbaiki jaringan paru yang rusak
• mengurangi kerusakan sel
• mendukung regenerasi jaringan

Dengan kata lain, tubuh sebenarnya memiliki sistem perbaikan alami—dan sel punca membantu mengaktifkannya.

Ilmu Pengetahuan Terus Membuka Harapan Baru

Penelitian ini masih berada pada tahap awal dan memerlukan penelitian lanjutan. Namun temuan ini membuka kemungkinan besar bagi pengembangan terapi baru untuk penyakit yang melibatkan peradangan berat.

Menariknya, sumber dari terapi ini bukanlah obat kimia yang kompleks.

Melainkan molekul alami yang dihasilkan oleh sel tubuh sendiri.

Dari sesuatu yang sederhana seperti tali pusat, ilmu pengetahuan menemukan potensi besar untuk membantu tubuh melawan penyakit dan memperbaiki dirinya sendiri.

Kadang, solusi terbesar dalam dunia medis justru datang dari hal yang paling alami.

Sains terus bergerak. Dan setiap penemuan kecil bisa menjadi harapan besar bagi kesehatan manusia. (epsh)

‘Tim Peneliti :”

Rizal Azis (1,2),*, Wahyu Widowati (3) , Rimonta Febby Gunanegara (3) , Hanna Sari Widya Kusuma (2) , Dwi Nur Triharsiwi (2) , Dhanar Septyawan Hadiprasetyo (2,4), Marisca Evalina Gondokesumo (5) , Nicholas Mars (6)

Intansi Kolaborator :

  1. Biomedical Engineering, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia
  2. Biomolecular and Biomedical Research Center, Aretha Medika Utama, Bandung 40163, Indonesia
  3. Faculty of Medicine, Maranatha Christian University, Bandung 40164, Indonesia
  4. Faculty of Pharmacy, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi 40525, Indonesia
  5. Faculty of Pharmacy, University of Surabaya, Surabaya 60293, Indonesia
  6. Department of Biology, Faculty of Mathematics and Science Education, Jakarta State University, East Jakarta 13220, Indonesia

Referensi : DOI 10.22146/ijbiotech.107035



About Aretha Medika

Check Also

Kolaborasi Ramadhan Berbagi: Sinergi Lembaga untuk Kepedulian Sosial di Bulan Suci Ramadhan

Bandung, 5 – 7 Maret 2026. Dalam semangat kepedulian dan kebersamaan di bulan suci Ramadhan, …

March 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031