Bukan sekadar tabir surya, pendekatan berbasis secretome sel punca membuka arah baru terapi antiaging kulit berbasis regenerative medicine.
Setiap hari, kulit manusia berada di garis terdepan menghadapi lingkungan, termasuk paparan sinar matahari. Cahaya matahari memang penting bagi kesehatan, namun paparan sinar ultraviolet (UV) yang berulang menyimpan dampak jangka panjang yang kerap luput disadari. Keriput, kulit mengendur, inflamasi kronik, dan hilangnya kolagen bukan sekadar persoalan estetika, melainkan cerminan kerusakan biologis nyata yang terjadi hingga tingkat sel dan molekul.
Fenomena ini dikenal sebagai photoaging, yaitu penuaan dini kulit akibat paparan UV. Dalam perspektif sains dan kedokteran modern, photoaging bukanlah proses pasif yang tak dapat diubah, melainkan proses biologis aktif yang dapat dipahami dan dimodulasi secara ilmiah.
Pemahaman tersebut menjadi fokus kajian ilmiah yang ditulis oleh Rizal Azis – Prof. Dr. Wahyu Widowati, M.Si. – Baharuddin Baharuddin**. Kajian ini mengulas potensi secretome sel punca sebagai pendekatan baru dalam terapi antiaging berbasis regenerative medicine, sebuah bidang yang juga menjadi perhatian serius PT Aretha Medika Utama dalam pengembangan riset biomedis.
Penuaan Kulit sebagai Proses Biologis
Secara molekuler, paparan UV memicu peningkatan reactive oxygen species (ROS) yang menyebabkan stres oksidatif. Kondisi ini mengaktifkan jalur mitogen-activated protein kinase (MAPK), meningkatkan sitokin proinflamasi seperti interleukin-18 (IL-18), serta merangsang produksi matrix metalloproteinases (MMP-2 dan MMP-13)—enzim yang berperan dalam degradasi kolagen dan matriks ekstraseluler.
Aktivasi kronik protein P53 kemudian mendorong sel kulit memasuki fase penuaan dini (cellular senescence). Akibatnya, kolagen menipis, struktur jaringan melemah, dan kemampuan regenerasi alami kulit menurun secara signifikan. Dengan kata lain, kulit tidak hanya menua, tetapi juga kehilangan mekanisme pemulihan alaminya.
Secretome: Pendekatan Regeneratif Non-Sel
Alih-alih menggunakan mesenchymal stem cells (MSCs) secara langsung, tim penulis yang dipimpin oleh Prof. Dr. Wahyu Widowati, M.Si. memilih pendekatan yang lebih aman dan inovatif melalui secretome.
Secretome merupakan kumpulan growth factors, sitokin, dan extracellular vesicles yang disekresikan oleh human Wharton’s jelly mesenchymal stem cells (hWJ-MSCs). Dalam formulasi gel topikal, secretome bertindak sebagai biological messenger yang mengirimkan sinyal molekuler agar sel-sel kulit yang masih ada mampu menekan inflamasi, menghambat kerusakan kolagen, dan kembali mengaktifkan jalur regenerasi jaringan.
Pendekatan non-sel ini dinilai lebih stabil dan menghindari berbagai keterbatasan terapi sel punca konvensional, termasuk rendahnya tingkat engraftment serta potensi risiko jangka panjang.
Bukti Preklinis: Dari Kerusakan Menuju Pemulihan
Dalam penelitian preklinis, kulit tikus dipapar UVB dua kali sehari selama 14 hari untuk mensimulasikan photoaging berat. Setelah itu, secretome gel hWJ-MSCs diaplikasikan secara topikal, satu hingga dua kali sehari.
Hasilnya menunjukkan perubahan yang konsisten dan bermakna. Aplikasi secretome, terutama dua kali sehari, meningkatkan ekspresi transforming growth factor-β1 (TGF-β1) dan interleukin-10 (IL-10)—dua mediator penting regenerasi jaringan dan anti-inflamasi. Sebaliknya, kadar IL-18 menurun signifikan, menandakan peradangan mulai terkendali.
Pada tingkat protein, secretome menekan ekspresi MMP-2, MMP-13, dan P53, sekaligus meningkatkan COL4A1, komponen penting kolagen tipe IV yang menopang stabilitas jaringan kulit. Pemeriksaan histopatologi memperlihatkan peningkatan densitas kolagen, penurunan infiltrasi sel inflamasi, serta perbaikan struktur jaringan kulit secara nyata.
Menariknya, efek restoratif secretome gel ini sebanding, bahkan melampaui, sunblock dengan SPF tinggi yang digunakan sebagai pembanding. Temuan ini menegaskan bahwa secretome tidak hanya melindungi kulit dari kerusakan lebih lanjut, tetapi juga membantu memulihkan kerusakan yang telah terjadi.
Transformasi Ilmiah Terapi Antiaging
Selama ini, strategi antiaging lebih banyak bertumpu pada pencegahan. Kajian yang disusun oleh Rizal Azis – Prof. Dr. Wahyu Widowati, M.Si. – Baharuddin Baharuddin menegaskan bahwa penuaan kulit merupakan proses biologis aktif yang dapat dimodulasi secara ilmiah.
Dengan menekan inflamasi, menghambat enzim perusak kolagen, serta mengaktifkan sinyal regeneratif seperti TGF-β1, secretome hWJ-MSCs membuka jalan bagi terapi antiaging berbasis regenerative medicine—pendekatan yang tidak lagi semata kosmetik, melainkan biologis, presisi, dan terukur.
Arah Masa Depan
Meski hasil penelitian ini masih berada pada tahap preklinis, temuan tersebut memberikan landasan ilmiah yang kuat untuk pengembangan uji klinis pada manusia. Ke depan, pendekatan berbasis secretome berpotensi menjadi bagian dari strategi terapi antiaging yang lebih aman, presisi, dan berbasis mekanisme molekuler.
Bagi PT Aretha Medika Utama, kajian ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung riset dan inovasi biomedis yang bertanggung jawab, berbasis bukti ilmiah, serta berorientasi pada masa depan kesehatan.
“Kulit, pada akhirnya, masih memiliki kemampuan untuk belajar memperbaiki dirinya—selama diberikan sinyal biologis yang tepat.” (epsh)
____________________________
Referensi :
Widowati W, Faried A, Adam A, Rahmat D, Kusuma HSW, Dewi NSM, Gondokesumo ME, Rizal R, Nainggolan IM, Vosough M. Potential antiaging activity of secretome gel of human Wharton’s jelly mesenchymal stem cells (hWJ-MSCs) in UV-induced mice models. Iran J Basic Med Sci. 2024;27(7):868-878. doi: 10.22038/IJBMS.2024.70825.15385. PMID: 38800010; PMCID: PMC11127088.
Zhang S, Duan E. Fighting against skin aging: the way from bench to bedside. Cell Transplant. 2018;27:729–738. doi: 10.1177/0963689717725755.
*Assistant Professor in Translational Stem Cell Engineering and Cancer Biology,,Program Studi Teknik Biomedik, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, Indonesia, rizal@eng.ui.ac.id
**Department of Pharmacology, FK Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Jawa Barat
***Dosen dan Peneliti Bidang Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, 60293, Indonesia. baharuddin@staff.ubaya.ac.id | 085-218-057514
Artikel ini telah tayang di Herald ID dengan judul ‘Terungkap! Rahasia Antiaging Kulit: Secretome Sel Punca Pulihkan Kerusakan Kulit Akibat Sinar UV’ https://herald.id/2025/12/15/terungkap-rahasia-antiaging-kulit-secretome-sel-punca-pulihkan-kerusakan-kulit-akibat-sinar-uv/
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center
