


PT Aretha Medika Utama bersama tim ahli yang dipimpin oleh Prof. Dr. Wahyu Widowati melaksanakan kegiatan konsultasi substantif terkait tiga permohonan paten dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Kegiatan ini turut dihadiri oleh staf peneliti dan tim pendukung dari PT Aretha Medika Utama sebagai bagian dari upaya penguatan kualitas dokumen dan substansi invensi yang diajukan.
Konsultasi ini mencakup pembahasan mendalam terhadap tiga judul invensi yang diajukan oleh pemohon dari Universitas Kristen Maranatha, yaitu:
- “Gel Secretome Human Wharton’s Jelly Mesenchymal Stem Cell Freeze Dried sebagai Sistem Cell Free Dressing sebagai Penyembuhan Luka Bakar Berdasarkan Uji In Vivo”
- “Nanopartikel Ekstrak Buah Pare (Momordica charantia) untuk Terapi Penyakit Ginjal Kronis Berdasarkan Uji In Vitro”
- “Potensi Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia L.)”
Ketiga invensi tersebut telah memasuki tahap pemeriksaan substantif maupun distribusi approval oleh pemeriksa DJKI.
Dalam sesi konsultasi, tim DJKI memberikan masukan teknis terkait aspek kebaruan (novelty), langkah inventif (inventive step), serta penerapan industri (industrial applicability) dari masing-masing invensi. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan penekanan pada penyempurnaan klaim paten, kejelasan deskripsi, serta kesesuaian data pendukung ilmiah.
Prof. Wahyu menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan bahwa hasil penelitian yang dikembangkan memiliki perlindungan hukum yang kuat serta berpotensi untuk dikomersialisasikan. “Kami berkomitmen untuk mendorong inovasi berbasis riset biomolekuler agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh proses pengajuan paten dapat berjalan lebih optimal dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh DJKI. Kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah menjadi kunci penting dalam mendorong ekosistem inovasi nasional yang berdaya saing tinggi.
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center