Bandung — Riset berbasis bahan alam kembali menunjukkan relevansinya dalam dunia biomedis modern. Seminar tesis Program Magister Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha menghadirkan temuan ilmiah yang menyoroti potensi ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) dalam mempercepat regenerasi sel pada proses penyembuhan luka.
Seminar yang dilaksanakan pada 30 Januari 2026 ini menampilkan penelitian dari dr. Petrus Ganda Perdana dengan judul “Potensi Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia sinensis L.) terhadap Percepatan Regenerasi Sel untuk Penyembuhan Luka pada Model Luka Human Skin Fibroblast Cell Line.” Penelitian ini dibimbing langsung oleh Prof. Dr. Wahyu Widowati, yang juga dikenal sebagai Tenaga Ahli PT Aretha Medika Utama dalam bidang riset antioksidan dan kultur sel.
Fokus Riset: Regenerasi Sel dan Penyembuhan Luka
Dalam dunia medis, proses penyembuhan luka sangat bergantung pada kemampuan sel fibroblast kulit untuk bermigrasi, berproliferasi, dan memperbaiki jaringan yang rusak. Penelitian ini menggunakan model human skin fibroblast cell line untuk mensimulasikan proses tersebut secara terkontrol di laboratorium.
Ekstrak daun teh hijau dipilih karena kaya akan senyawa polifenol, khususnya katekin, yang telah dikenal luas memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Antioksidan berperan penting dalam menekan stres oksidatif yang sering menghambat proses regenerasi sel pada jaringan yang terluka.
Melalui pendekatan kultur sel, penelitian ini mengevaluasi bagaimana paparan ekstrak teh hijau dapat mempercepat proses penutupan luka pada model sel, yang menjadi indikator penting efektivitas regenerasi jaringan.
Peran Pembimbing dalam Validasi Ilmiah
Keterlibatan Prof. Wahyu Widowati sebagai Pembimbing I memberikan penguatan signifikan terhadap validitas metodologi penelitian, terutama dalam aspek uji kultur sel, interpretasi data regenerasi, serta pendekatan ilmiah berbasis antioksidan alami.
Pengalaman beliau dalam riset seluler dan bahan alam membantu memastikan bahwa penelitian tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga presisi dalam praktik laboratorium. Seminar berlangsung lancar dengan kehadiran tim penguji dari Fakultas Kedokteran, menandakan kualitas akademik yang terjaga.
Relevansi bagi Pengembangan Produk Berbasis Herbal
Temuan ini memiliki implikasi besar, tidak hanya pada ranah akademik, tetapi juga pada pengembangan inovasi produk kesehatan berbasis bahan alam. Potensi teh hijau dalam mempercepat regenerasi sel membuka peluang riset lanjutan untuk formulasi topikal penyembuhan luka, perawatan kulit, dan terapi regeneratif berbasis herbal.
Sebagai perusahaan yang berfokus pada riset antioksidan dan kultur sel, PT Aretha Medika Utama memandang riset-riset seperti ini sebagai fondasi penting dalam menjembatani sains laboratorium dengan inovasi produk kesehatan yang aplikatif.
Menjembatani Akademik dan Industri Riset
Kolaborasi tidak langsung antara lingkungan akademik Universitas Kristen Maranatha dan keahlian praktis dari Prof. Wahyu Widowati mencerminkan sinergi ideal antara kampus dan industri riset. Seminar tesis ini menjadi contoh bagaimana penelitian mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata pada pengembangan ilmu biomedis terapan.
Riset teh hijau ini menegaskan kembali bahwa kekayaan bahan alam Indonesia menyimpan potensi besar yang, bila diteliti secara ilmiah, dapat menjadi solusi kesehatan berbasis sains yang berkelanjutan. (epsh)
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center
