Bantul, Yogyakarta — PT Aretha Medika Utama terus memperkuat peran strategisnya dalam membangun ekosistem riset terapan dan pengembangan produk kesehatan berbasis bahan alam nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan industri ke fasilitas produksi CV. Windra Mekar, mitra strategis perusahaan yang telah mengantongi sertifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).
Kemitraan antara PT Aretha Medika Utama dan CV. Windra Mekar telah terjalin secara berkelanjutan sejak 2018, dengan berbagai kolaborasi penelitian yang berorientasi pada penguatan mutu bahan baku, pengembangan ekstrak terstandarisasi, serta validasi keamanan dan efektivitas produk. Salah satu fokus riset unggulan dalam kerja sama ini adalah pengembangan ekstrak kunyit putih sebagai bahan aktif antiaging, yang telah melalui serangkaian kajian ilmiah untuk mendukung potensi aplikasinya dalam produk kesehatan dan kosmetik berbasis bahan alam.
Kunjungan industri ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memastikan kesiapan mitra industri terhadap standar mutu, keamanan, dan ketelusuran proses produksi, khususnya dalam pengolahan rempah-rempah dan bahan herbal menjadi produk ekstrak jamu tradisional kategori TR (Traditional Medicine) yang tersertifikasi BPOM.
Dalam kegiatan tersebut, tim PT Aretha Medika Utama memperoleh pemaparan komprehensif mengenai persyaratan teknis dan regulasi CPOTB, mulai dari sistem manajemen mutu, pengendalian bahan baku, sanitasi fasilitas produksi, validasi proses, hingga dokumentasi dan audit berkelanjutan. Peserta juga meninjau langsung alur produksi, teknologi ekstraksi, serta sistem pengendalian kualitas yang diterapkan di dua unit fasilitas produksi CV. Windra Mekar.
Agenda ini turut dihadiri oleh Prof. Dr. Wahyu Widowati, M.Si., Tenaga Ahli PT Aretha Medika Utama sekaligus dosen Universitas Kristen Maranatha, yang merepresentasikan penguatan sinergi antara dunia akademik, riset, dan industri dalam mendorong integrasi keilmuan dengan praktik manufaktur yang memenuhi standar regulasi nasional dan internasional.
Direktur Utama PT Aretha Medika Utama, Hanna Sariwidya, S.Si., menegaskan bahwa kolaborasi jangka panjang dengan industri bersertifikasi menjadi fondasi penting dalam memastikan keberlanjutan hilirisasi riset.
“Kolaborasi yang telah terbangun sejak 2018 memungkinkan kami mengawal proses inovasi secara menyeluruh, mulai dari riset dasar hingga kesiapan produksi. Pengembangan ekstrak kunyit putih sebagai bahan antiaging menjadi salah satu contoh konkret bagaimana riset dapat diarahkan pada kebutuhan industri sekaligus tetap memenuhi standar mutu dan keamanan,” ujar Hanna.
Ia menambahkan bahwa pemahaman langsung terhadap proses produksi dan regulasi industri memberikan nilai strategis dalam perencanaan riset lanjutan, validasi produk, serta penguatan kesiapan komersialisasi.
Lebih lanjut, sinergi ini membuka peluang integrasi antara riset laboratorium, pengembangan formulasi, uji mutu, hingga produksi skala industri. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempercepat hilirisasi inovasi sekaligus meningkatkan daya saing produk herbal nasional di tengah meningkatnya permintaan global terhadap produk kesehatan berbasis bahan alam yang aman dan terstandarisasi.
Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan mitra industri yang kredibel dan tersertifikasi, PT Aretha Medika Utama menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan industri kesehatan nasional berbasis sains, inovasi, dan kepatuhan regulasi, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas produk dan perlindungan konsumen. (epsh)
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center
