Hyderabad, India – Prof. Wahyu Widowati, M.Si., dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, Bandung, tampil sebagai Keynote Speaker dalam The First International Conference on Innovations in Medicinal Plants and Natural Products Research (IMPNPR) yang diselenggarakan pada 12–14 Februari 2026 di Hyderabad, India.
Dalam forum ilmiah internasional tersebut, Prof. Wahyu memaparkan hasil penelitian berjudul “Antioxidant and Anti-Aging Potential of TriGlow+: Integrated In Vitro Assays and UV-Induced Fibroblast Aging Model.” Penelitian ini merupakan kolaborasi antara Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha dan Biomolecular & Biomedical Research Center, PT Aretha Medika Utama, Bandung.
Studi ini mengkaji potensi TriGlow+ sebagai minuman fungsional berbasis kombinasi kolagen tripeptida, glutathione, serta berbagai ekstrak botani seperti lemon, aloe vera, apel, wortel, teh hijau, biji anggur, dan Garcinia atroviridis.
Soroti Potensi Antioksidan dan Anti-Aging
Dalam paparannya, Prof. Wahyu menjelaskan bahwa proses penuaan kulit erat kaitannya dengan stres oksidatif akibat paparan radikal bebas, sinar UV, dan faktor lingkungan lainnya. Penelitiannya mengkaji potensi produk nutraseutikal TriGlow+, yang diformulasikan dengan kombinasi kolagen tripeptida, glutathione, serta berbagai ekstrak botani seperti lemon, aloe vera, apel, wortel, teh hijau, biji anggur, dan Garcinia atroviridis.
Melalui serangkaian uji in vitro seperti DPPH, FRAP, elastase, dan collagenase inhibitory assay, hasil penelitian menunjukkan bahwa TriGlow+ memiliki aktivitas antioksidan yang konsisten serta kemampuan menghambat enzim-enzim yang berperan dalam degradasi kolagen dan elastin. Studi juga menunjukkan efek protektif terhadap sel fibroblas yang diinduksi UV, termasuk penurunan ekspresi sitokin inflamasi (TNF-α dan IL-1β), serta peningkatan mediator anti-inflamasi dan regenerasi matriks ekstraseluler.
Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa TriGlow+ memiliki fungsi ganda sebagai antioksidan dan agen anti-aging yang potensial, meskipun validasi klinis lanjutan masih diperlukan.
Penguatan Kolaborasi Riset Global
Konferensi IMPNPR 2026 menghadirkan para pakar dari berbagai negara, termasuk Austria, Malaysia, dan Amerika Serikat, yang membahas inovasi terkini dalam riset tanaman obat dan produk alami. Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi riset lintas negara, khususnya dalam pengembangan bahan alam berbasis bukti ilmiah.
Partisipasi sebagai pembicara kunci dalam konferensi internasional ini menegaskan kontribusi aktif ilmuwan Indonesia dalam pengembangan inovasi kesehatan berbasis bahan alam yang teruji secara ilmiah. Dengan capaian ini, Indonesia kembali menunjukkan peran aktifnya dalam percaturan riset global, khususnya di bidang inovasi tanaman obat dan produk alami yang berkelanjutan.(epsh)
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center




