Penuaan kulit akibat paparan sinar ultraviolet (UVB) bukan sekadar perubahan kosmetik, melainkan proses biologis kompleks yang melibatkan stres oksidatif, inflamasi kronis, kerusakan DNA, dan degradasi kolagen. Dalam kondisi ini, kulit mengalami penurunan elastisitas, penipisan struktur dermal, serta peningkatan ekspresi enzim perusak matriks ekstraseluler.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Iranian Journal of Basic Medical Sciences (2024) menghadirkan temuan penting mengenai potensi secretome gel dari human Wharton’s Jelly Mesenchymal Stem Cells (hWJ-MSCs) sebagai agen antiaging inovatif
Mengatasi Akar Masalah Photoaging
Dalam penelitian ini, model mencit diinduksi UVB selama 14 hari untuk mereplikasi kondisi photoaging. Paparan UVB terbukti menurunkan densitas kolagen, meningkatkan inflamasi, serta mengaktivasi mediator molekuler penuaan seperti MMP-2, MMP-13, dan P53.
Namun, ketika secretome gel diaplikasikan secara topikal, terjadi perbaikan yang signifikan dan terukur secara molekuler maupun histologis.
Aktivitas Molekuler yang Komprehensif
Hasil analisis menunjukkan bahwa secretome gel:
- Meningkatkan ekspresi TGF-β1 dan IL-10, dua faktor penting dalam regulasi antiinflamasi dan regenerasi jaringan.
- Menurunkan ekspresi IL-18, sitokin proinflamasi yang berperan dalam mempercepat kerusakan kulit akibat stres oksidatif.
- Meningkatkan ekspresi COL4A1, komponen penting kolagen tipe IV yang menjaga stabilitas matriks ekstraseluler.
- Menurunkan ekspresi MMP-2 dan MMP-13, enzim yang bertanggung jawab terhadap degradasi kolagen.
- Menekan ekspresi P53 berlebih, yang berkaitan dengan fenomena penuaan sel akibat kerusakan DNA.
Menariknya, aplikasi dua kali sehari menunjukkan efek yang lebih optimal dibandingkan satu kali aplikasi, menandakan adanya hubungan dosis-respons terhadap aktivitas regeneratif secretome.
Bukti Histologis: Kolagen Lebih Padat, Inflamasi Menurun
Pemeriksaan histopatologi memperlihatkan bahwa kelompok yang mendapat secretome gel mengalami peningkatan densitas kolagen serta penurunan skor inflamasi dibandingkan kelompok yang hanya terpapar UVB. Struktur epidermis dan dermis tampak lebih terjaga, mendekati kondisi normal.
Temuan ini menunjukkan bahwa secretome tidak hanya bekerja sebagai agen protektif, tetapi juga memiliki efek reparatif terhadap jaringan kulit yang telah mengalami kerusakan akibat UVB.
Signifikansi Inovasi
Secretome hWJ-MSCs mengandung berbagai faktor pertumbuhan dan molekul bioaktif yang bekerja secara parakrin untuk merangsang regenerasi jaringan, menekan inflamasi, serta menjaga integritas matriks ekstraseluler. Pendekatan ini menawarkan strategi antiaging yang tidak hanya bersifat simptomatik, tetapi menargetkan mekanisme biologis yang mendasari proses penuaan kulit.
Kesimpulan
Secretome gel hWJ-MSCs menunjukkan aktivitas antiaging yang kuat melalui mekanisme antiinflamasi, peningkatan sintesis kolagen, serta penekanan mediator degradasi matriks dan penuaan sel. Dengan pendekatan berbasis sains dan validasi eksperimental, inovasi ini membuka peluang pengembangan terapi dan produk antiaging generasi baru yang lebih efektif dan terarah. (epsh)
Referensi Artikel : Potential antiaging activity of secretome gel of human Wharton’s jelly mesenchymal stem cells (hWJ-MSCs) in UV-induced mice models
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center
