Bandung — Komitmen PT Aretha Medika Utama dalam mendorong riset biomolekuler berbasis bahan alam kembali memperoleh pengakuan internasional. Sebuah artikel ilmiah berjudul “Anti-inflammatory and Antioxidant Effect of Tomato Extract (Solanum lycopersicum L.) in Lipopolysaccharide-induced Mice Macrophage Cells” resmi terpilih sebagai front cover jurnal internasional Asia-Pacific Journal of Science and Technology (APST).
Artikel tersebut akan menghiasi APST Volume 31 Issue 1, sebuah capaian prestisius yang mencerminkan kualitas ilmiah, kebaruan riset, serta signifikansi kontribusi penelitian di bidang sains dan teknologi kesehatan. Pemilihan sebagai sampul depan dilakukan langsung oleh tim editorial APST dan hanya diberikan kepada karya ilmiah dengan dampak serta relevansi global yang menonjol.
Penelitian ini mengkaji aktivitas anti-inflamasi dan antioksidan ekstrak tomat pada model sel makrofag tikus yang diinduksi lipopolisakarida (LPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tomat memiliki potensi sebagai agen alami dalam membantu pengendalian respons inflamasi dan stres oksidatif—dua mekanisme biologis yang berperan penting dalam berbagai penyakit degeneratif.
Salah satu kontributor utama dalam riset ini adalah Prof. Dr. Wahyu Widowati, yang juga dikenal sebagai dosen Universitas Kristen Maranatha sekaligus tenaga ahli PT Aretha Medika Utama. Keterlibatan akademisi lintas institusi ini menegaskan kuatnya kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan industri riset dalam menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional.
Direktur Utama PT Aretha Medika Utama, Hanna, menyampaikan bahwa capaian ini sejalan dengan visi perusahaan dalam mengembangkan evidence-based research berbasis bahan alam dan pangan lokal Indonesia. “Pengakuan internasional ini menjadi bukti bahwa riset berbasis sumber daya hayati nasional, bila dikaji secara ilmiah dan ketat, mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata di tingkat global,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penghargaan, desain sampul jurnal akan dikerjakan oleh tim desain profesional APST tanpa biaya tambahan, melalui kolaborasi langsung dengan para penulis. Hal ini diharapkan semakin meningkatkan visibilitas publikasi sekaligus memperluas jangkauan riset ke komunitas ilmiah internasional.
Publikasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kontribusi peneliti Indonesia di tingkat global, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber senyawa bioaktif yang bernilai ilmiah dan aplikatif di masa depan. (epsh)
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center
