Bandung — Prof. Dr. Wahyu Widowati, M.Si, dosen Universitas Kristen Maranatha sekaligus tenaga ahli PT Aretha Medika Utama, mempresentasikan perkembangan penelitian dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Riset Inovatif untuk Indonesia Maju (RIIM) yang dilaksanakan secara daring.
Dalam forum tersebut, Prof. Wahyu memaparkan penelitian berjudul “Formulasi dan Fabrikasi Sediaan Serbuk Oral Vitrak sebagai Sumber Antiobesitas, Antioksidan, dan Antiaging.” Penelitian ini bertujuan mengembangkan sediaan serbuk oral berbasis bahan alami yang memiliki potensi sebagai antiobesitas, antioksidan, dan antiaging.
Riset Berbasis Senyawa Alami
Dalam presentasinya, Prof. Wahyu menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus pada pemanfaatan senyawa bioaktif alami yang berpotensi membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan, terutama yang berkaitan dengan obesitas, stres oksidatif, dan proses penuaan.
Stres oksidatif diketahui menjadi salah satu faktor utama yang dapat memicu kerusakan sel tubuh dan berkontribusi terhadap berbagai penyakit degeneratif. Oleh karena itu, pengembangan produk kesehatan yang mengandung antioksidan alami menjadi salah satu strategi yang banyak diteliti dalam bidang biomedis.
Melalui penelitian ini, tim peneliti berupaya merancang sediaan serbuk oral Vitrak yang diharapkan dapat menjadi inovasi produk kesehatan berbasis bahan alami.
Tim Peneliti
Dalam penelitian tersebut, Prof. Dr. Wahyu Widowati, M.Si bertindak sebagai ketua peneliti. Ia bekerja sama dengan sejumlah peneliti yang memiliki keahlian di bidang kesehatan dan biomedis, yaitu:
- Prof. Dr. dr. Susy Tjahjani, M.Kes
- Prof. Dr. dr. Meilina Hidayat, M.Kes
Kolaborasi tim ini bertujuan untuk memperkuat pendekatan ilmiah dalam pengembangan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat.
Kolaborasi dengan Mitra Industri
Penelitian ini juga melibatkan kerja sama dengan sejumlah mitra industri, yaitu:
- PT Anugrah Original Bionatura Indonesia
- PT Aretha Medika Utama
- PT Fathonah Amanah Shidiq Tabligh (FAST)
Melalui kolaborasi antara akademisi dan industri, hasil penelitian diharapkan dapat berlanjut pada tahap hilirisasi, sehingga inovasi yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Mendukung Inovasi Riset Nasional
Program Riset Inovatif untuk Indonesia Maju (RIIM) merupakan salah satu inisiatif untuk mendorong pengembangan riset unggulan nasional yang memiliki potensi inovasi tinggi.
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) menjadi bagian penting dalam memastikan penelitian berjalan sesuai target serta memberikan kesempatan bagi para peneliti untuk mendapatkan masukan dari para evaluator.
Melalui penelitian yang dipresentasikan dalam forum ini, Prof. Wahyu Widowati dan tim berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan inovasi kesehatan berbasis riset di Indonesia, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan industri.(epsh)
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center
