Home / Activites / Potensi Kulit Manggis sebagai Terapi Leukemia Berbasis Bahan Alam yang Lebih Aman dan Selektif

Potensi Kulit Manggis sebagai Terapi Leukemia Berbasis Bahan Alam yang Lebih Aman dan Selektif

Upaya pengembangan terapi kanker yang lebih aman dan efektif terus dilakukan, salah satunya melalui pemanfaatan bahan alam. Prof. Dr. Wahyu Widowati, M.Si., Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha sekaligus Tenaga Ahli PT Aretha Medika Utama, bersama tim peneliti kolaboratif, mengkaji potensi ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana) sebagai kandidat terapi leukemia. Penelitian ini melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, STIKES Jenderal Achmad Yani, serta Biomedical and Biomolecular Research Center (BBRC) PT Aretha Medika Utama dan telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional.

Kulit manggis diketahui kaya akan senyawa xanthone, khususnya α-mangostin, yang memiliki berbagai aktivitas biologis seperti antioksidan, antiinflamasi, imunomodulator, hingga antikanker. Potensi ini menjadikan kulit manggis sebagai salah satu sumber bahan alam yang menjanjikan dalam pengembangan terapi penyakit degeneratif, termasuk leukemia yang hingga kini masih menjadi tantangan dalam dunia medis karena sifatnya yang agresif serta efek samping dari terapi konvensional.

Dalam penelitian ini, dilakukan uji sitotoksisitas menggunakan metode MTS assay terhadap dua jenis sel leukemia, yaitu HL-60 (AML) dan K-562 (CML), serta sel limfosit normal sebagai pembanding. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak kulit manggis (MPE) memiliki potensi tinggi terhadap sel K-562 dengan nilai IC₅₀ sebesar 2,79 µg/mL dan Selectivity Index (SI) sebesar 8,27. Sementara itu, α-mangostin menunjukkan aktivitas lebih kuat terhadap sel HL-60 dengan nilai IC₅₀ sebesar 1,12 µg/mL dan SI sebesar 22,34, yang menandakan tingkat selektivitas yang baik terhadap sel kanker dibandingkan sel normal.

Secara mekanistik, ekstrak kulit manggis dan α-mangostin diduga bekerja melalui induksi apoptosis, gangguan fungsi mitokondria, serta penghambatan proliferasi sel kanker. Temuan ini menunjukkan bahwa senyawa berbasis bahan alam tidak hanya efektif, tetapi juga berpotensi lebih aman karena bersifat selektif dalam menargetkan sel kanker.

Sebagai lembaga riset biomolekuler, PT Aretha Medika Utama berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan inovasi berbasis bahan alam Indonesia serta mendorong hilirisasi hasil penelitian menjadi produk kesehatan yang aplikatif dan bernilai tinggi. Penelitian ini menjadi bukti bahwa kekayaan hayati Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai solusi terapi masa depan yang lebih aman, efektif, dan berdaya saing global.

About Aretha Medika

Check Also

Persiapan Penelitian RIKUB 2026: Pengembangan Cell Line Berbasis hTERT untuk Mendukung Riset Biomedis Indonesia

Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) Tahun 2026, telah dilaksanakan kegiatan …

April 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930