


Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) Tahun 2026, telah dilaksanakan kegiatan persiapan penelitian bertajuk “Pengembangan dan Karakterisasi Cell Line Berbasis hTERT untuk Model Penelitian Biomedis Indonesia.” Kegiatan ini melibatkan tim konsorsium yang terdiri dari para peneliti lintas institusi serta mitra industri, yaitu PT Aretha Medika Utama.
Tim konsorsium yang terlibat dalam penelitian ini antara lain Prof. Dr. Wahyu Widowati, M.Si., Prof. dr. Ahmad Faried, Sp.BS., Subsp. N-Onk (K), PhD, FICS, Prof. apt. Marlina, MS., Ph.D., Prof. Dr. Teresa Liliana Wargasetia, S.Si., M.Kes., PA (K), dr. Andri Rezano, M.Kes., Ph.D., Prof. Didik Priyandoko, M.Si., Ph.D., Prof. Dr. dr. Meilinnah Hidayat, M.Kes., Prof. Bambang Pontjo Prio Soeryanto, MS., Ph.D., APVet, DACCM, Rizal Azis, S.Si., M.Biotech., M.Sc., Ph.D., serta Dr. Ita Margaretha Nainggolan, S.Si., M.Biomed.
Kegiatan persiapan ini dilaksanakan melalui pertemuan daring yang membahas secara teknis tahapan penelitian, khususnya terkait proses immortalization menggunakan transfection hTERT. Proses ini menjadi kunci dalam pengembangan cell line yang stabil dan dapat digunakan sebagai model penelitian jangka panjang di bidang biomedis.
Dalam pemaparan materi, dijelaskan tahapan penting yang meliputi persiapan sel dengan kondisi konfluensi optimal, formulasi campuran transfection menggunakan plasmid hTERT dan reagen pendukung, serta proses inkubasi dan penggantian media. Selain itu, dibahas pula tahapan seleksi menggunakan antibiotik (seperti G418) untuk memastikan hanya sel yang berhasil tertransfeksi yang dapat bertahan dan berkembang.
Tahap lanjutan berupa clonal selection juga menjadi perhatian utama, di mana dilakukan isolasi koloni tunggal melalui metode limiting dilution. Proses ini bertujuan memperoleh populasi sel homogen yang memiliki karakteristik stabil dan sesuai untuk kebutuhan penelitian lanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi forum diskusi aktif antar anggota konsorsium dalam menyamakan persepsi, membahas kendala teknis, serta merumuskan strategi pelaksanaan penelitian ke depan. Partisipasi aktif dari seluruh tim menunjukkan komitmen kuat dalam menghasilkan luaran riset yang berkualitas dan berdampak.
Dengan terlaksananya persiapan ini, diharapkan penelitian RIKUB 2026 dapat berjalan secara optimal dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan model penelitian biomedis berbasis sel di Indonesia, sekaligus memperkuat kolaborasi antara akademisi dan industri dalam bidang bioteknologi dan kesehatan.
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center