Home / Activites / Prof. Wahyu Widowati Presentasikan Riset Reprogram Fibroblas Talasemia pada Simposium Internasional Aging and Gerontology di Singapura

Prof. Wahyu Widowati Presentasikan Riset Reprogram Fibroblas Talasemia pada Simposium Internasional Aging and Gerontology di Singapura

Fibroblas dari donor normal maupun donor talasemia ternyata menunjukkan pola pertumbuhan yang mirip, yaitu mencapai puncak pada pasase ke-7 lalu menurun hingga pasase ke-12. Temuan tersebut dipaparkan Prof. Wahyu Widowati, Guru Besar Universitas Kristen Maranatha sekaligus Tenaga Ahli PT Aretha Medika Utama, dalam 2nd International Symposium on Aging and Gerontology yang berlangsung pada 12-13 Oktober 2026 di Singapura.

Prof. Wahyu mempresentasikan riset berjudul Proliferative Characteristics of Thalassemia Patient-derived Fibroblasts Integrated with Transcriptomic and Epigenomic Analysis of Reprogramming Toward Pluripotency. Penelitian ini dilatarbelakangi kebutuhan akan model sel yang berasal dari pasien talasemia, penyakit kelainan rantai globin yang diturunkan. Fibroblas dinilai menarik karena mudah diperoleh dan dapat menjadi bahan dasar untuk menghasilkan sel punca pluripoten terinduksi (iPSC) yang spesifik untuk pasien. Namun proses reprogram masih menghadapi sejumlah hambatan, antara lain penuaan sel (senesens) dan terbatasnya kemampuan sel membelah.

Riset ini memiliki dua bagian. Pada bagian eksperimental, tim membandingkan fibroblas normal (NFF) dan fibroblas talasemia (TFF) dari pasase 4 hingga 12. Hasilnya, fibroblas NFF dan TFF sama-sama menunjukkan laju pembelahan tertinggi pada pasase 7, dengan nilai population doubling masing-masing 1,73 dan 1,70, kemudian menurun hingga 0,18 pada pasase 12. Penanda permukaan sel yang diperiksa dengan flow cytometry secara umum tetap berada di atas kriteria 90% hingga pasase 12, dan kedua jenis fibroblas dinyatakan bebas mikoplasma.

Pada bagian komputasional, tim menganalisis data publik GSE69319 yang membandingkan iPSC β-talasemia dalam keadaan naïve dan primed. Analisis transkriptomik menunjukkan kedua keadaan itu terpisah jelas, dengan komponen utama pertama (PC1) menjelaskan 87,93% variasi data. Sementara itu, analisis epigenomik mengungkap perubahan penanda kromatin pada lokus-lokus tertentu, termasuk bertambahnya lokus bivalen dari 48 pada sel naïve menjadi 117 pada sel primed. Dari rangkaian temuan ini, tim mengusulkan kerangka empat fase reprogram, yaitu mengoptimalkan bahan awal, melewati tahap stres dan transisi mesenkim-epitel, menstabilkan jaringan pluripotensi, serta menata ulang epigenom. Para peneliti menegaskan bahwa kerangka tersebut bersifat pembangkit hipotesis. Penelitian lanjutan akan mencakup reprogram langsung fibroblas NFF dan TFF, data spesifik pasien, serta validasi lanjutan.

Riset ini melibatkan 14 peneliti dari berbagai institusi, antara lain Universitas Kristen Maranatha, Universitas Padjadjaran, Universitas Andalas, Universitas Prima Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, IPB University, dan Universitas Jenderal Achmad Yani. PT Aretha Medika Utama turut berkontribusi melalui dukungan teknis, yaitu analisis gen berekspresi berbeda (DEG), pengayaan fungsi, dan jaringan interaksi protein (PPI) oleh Nur Almas Huriyah M.H. Penelitian ini didukung Hibah High-Impact Flagship Research Consortium (RIKUB) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Atas presentasinya, Scisynopsis bersama Panitia Penyelenggara memberikan Certificate of Recognition kepada Prof. Wahyu. Sertifikat tersebut ditandatangani oleh Yan Y. Sanders dari Eastern Virginia Medical School, Old Dominion University, Amerika Serikat. Kehadiran Prof. Wahyu di forum internasional ini sejalan dengan upaya PT Aretha Medika Utama mendorong kolaborasi riset biomedis yang berdampak.

About Aretha Medika

Check Also

Prof. Wahyu Widowati Bekali Peserta Magang dan Staf PT Aretha Medika Utama Karakter, Etika Profesional, dan Employability

Sebelum bicara soal keterampilan dan jenjang karier, ada fondasi yang perlu dibangun lebih dulu, yaitu …

October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031