Home / News / Prof. Wahyu Widowati dan Tim Peneliti Terbitkan Kajian Terapi Sel NK untuk Kanker Hati di Jurnal Medical Oncology

Prof. Wahyu Widowati dan Tim Peneliti Terbitkan Kajian Terapi Sel NK untuk Kanker Hati di Jurnal Medical Oncology

Kanker hati masih menjadi salah satu tantangan terbesar di dunia kesehatan, dan para peneliti terus mencari cara baru untuk melawannya. Salah satunya dituangkan dalam artikel ilmiah berjudul Natural killer cell-based therapy for hepatocellular carcinoma (HCC): A literature review yang terbit di jurnal internasional Medical Oncology (Springer), volume 43, tahun 2026, artikel nomor 293. Artikel ini ditulis oleh Prof. Wahyu Widowati selaku Dosen FK-UKM (Guru Besar) dan Tenaga Ahli PT Aretha Medika Utama bersama tim peneliti dari Indonesia, Iran, dan Swedia. Prof. Wahyu dan Bahareh Sadri tercatat sebagai first co-author.

Artikel ini membahas karsinoma hepatoseluler (HCC), bentuk kanker hati primer yang paling umum. Pada 2020 tercatat sekitar 900.000 kasus baru dan hampir 830.000 kematian akibat HCC di dunia, dan angka kelangsungan hidup pada stadium lanjut masih rendah. Karena itu, para penulis mengkaji terapi berbasis sel natural killer (NK), yaitu bagian dari sistem imun bawaan yang mampu menghancurkan sel tumor dengan cepat tanpa perlu disensitisasi terlebih dahulu.

Menurut kajian ini, tantangan utamanya ada pada lingkungan mikro tumor HCC yang dapat melemahkan sel NK. Penyebabnya antara lain sitokin penekan imun seperti TGF-β, kondisi kekurangan oksigen yang berkepanjangan, serta kelelahan metabolik akibat penumpukan lipid. Para penulis menguraikan mekanisme tersebut sekaligus pendekatan terapi yang dirancang untuk memulihkan daya serang sel NK terhadap tumor.

Pendekatan terapi yang dibahas mencakup transfer sel NK dari pasien sendiri maupun dari donor yang diperbanyak di luar tubuh dengan bantuan sitokin seperti IL-15 dan IL-21, serta sel NK hasil rekayasa genetika (CAR-NK) yang menargetkan antigen HCC seperti glypican-3 (GPC3) dan CD147. Kajian ini juga mengulas antibodi penghubung sel NK dengan sel tumor (BiKEs dan TriKEs) serta kombinasi terapi sel NK dengan obat yang sudah digunakan, seperti sorafenib, lenvatinib, dan penghambat checkpoint imun. Para penulis menegaskan bahwa uji klinis terapi sel NK untuk HCC masih terbatas dan perlu diuji pada studi yang lebih besar dan terkontrol.

Pustaka dalam kajian ini dikumpulkan dari PubMed/MEDLINE, Scopus, dan Web of Science untuk publikasi Januari 2005 hingga Februari 2026. Naskah diterima oleh jurnal pada 6 April 2026 dan disetujui terbit pada 27 Agustus 2026.

Tim penulis terdiri atas Prof. Wahyu Widowati, Teresa Liliana Wargasetia, Bahareh Sadri, Ita Margaretha Nainggolan, Rizal Azis, Safira Dinda Rifana, Elham Rismani, dan Massoud Vosough. Mereka berasal dari Universitas Kristen Maranatha, Eijkman Research Center for Molecular Biology BRIN, Universitas Indonesia, dan Biomolecular and Biomedical Research Center PT Aretha Medika Utama, serta Royan Institute, Pasteur Institute of Iran, Karolinska Institute, dan University of Science and Culture. Penelitian ini didukung pendanaan dari Universitas Kristen Maranatha melalui skema kolaborasi riset dengan peneliti mitra luar negeri, serta dari PT Aretha Medika Utama.

Publikasi ini menunjukkan kerja sama riset lintas institusi dan lintas negara yang terus dikembangkan Aretha bersama para mitranya. Artikel lengkap dapat diakses melalui DOI: https://doi.org/10.1007/s12032-026-03393-5.

About Aretha Medika

Check Also

PT Aretha Medika Utama Kenalkan Herbal Oral Gel Berbahan Beetroot untuk Sariawan di Kongres Kesehatan Internasional Türkiye

Bandung – Sariawan atau recurrent aphthous stomatitis (RAS) termasuk gangguan selaput lendir mulut yang paling …

October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031