
Obat herbal sudah lama dipakai, tetapi penggunaan yang keliru justru bisa membahayakan. Pesan itu menjadi salah satu poin awal dalam kelas kuliah magang PT Aretha Medika Utama pada Selasa, 27 Oktober 2026. Kelas berlangsung melalui Zoom dan diikuti mahasiswa magang dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), bersama staf Aretha. Materi berjudul The Development of Nanotechnology in Herbal Formulations disampaikan oleh Prof. Dr. rer. nat., apt. Deni Rahmat, M.Si.
Prof. Deni mengawali materi dengan latar belakang, yaitu bahwa obat herbal berasal dari tanaman obat yang mengandung bahan aktif berupa getah, gum, minyak lemak, minyak atsiri, dan berbagai zat lain. Namun pemanfaatan obat atau praktik tradisional yang tidak tepat dapat menimbulkan efek berbahaya. Karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan khasiat dan keamanan tanaman obat yang dipakai dalam sistem pengobatan tradisional.
Dari situ, pembahasan beralih ke standardisasi, yang menurut materi menjadi hal penting dalam pengembangan obat. Standardisasi dimulai dari analisis bahan baku untuk validasi, penetapan nilai ekstraktif, dan laporan kromatografi, hingga produksi bahan bermutu, pemeriksaan mikroskopis, dan deteksi logam berat. Peserta diajak memahami bahwa mutu produk herbal harus dijaga sejak bahan bakunya, bukan hanya pada produk akhirnya.

Materi inti kemudian membahas sistem penghantaran obat berukuran nano. Berdasarkan paparan Prof. Deni, sistem ini dipilih karena beberapa alasan. Ukurannya yang unik dan kapasitas muatnya yang tinggi memungkinkan konsentrasi obat yang tinggi sampai ke lokasi penyakit. Konsentrasi tersebut juga tampak bertahan lebih lama di lokasi sasaran. Selain itu, sistem nano menunjukkan efek EPR (enhanced permeation and retention), yaitu peningkatan kemampuan menembus sawar sekaligus bertahan di jaringan sasaran.
Salah satu platform yang diperkenalkan adalah solid lipid nanoparticles (SLN), partikel koloid yang mengandung trigliserida murni dan sebagian besar lipid yang berbentuk padat pada suhu ruang. Struktur ini dibuat dari lipid padat atau campurannya dan distabilkan dengan surfaktan. Peserta juga diperlihatkan beberapa model penempatan obat di dalam partikel, yaitu larutan padat, kulit yang diperkaya obat, dan inti yang diperkaya obat.
Bagi mahasiswa magang, kelas ini memberi gambaran bagaimana bahan alam dapat dikembangkan menjadi formulasi yang lebih terukur dan bermutu. Bagi staf Aretha, sesi ini memperluas wawasan tentang pendekatan formulasi yang relevan dengan pengembangan produk hasil riset.

Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center