
PT Aretha Medika Utama kembali menggelar kelas kuliah magang pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kali ini topiknya Human Relation and Capacity Building, dibawakan langsung oleh Prof. Wahyu Widowati secara daring melalui Zoom dan diikuti lebih dari 20 peserta, yakni staf Aretha dan mahasiswa magang. Berbeda dari kelas sebelumnya yang membahas teknis penulisan proposal, sesi ini menyentuh sisi yang tak kalah penting bagi seorang peneliti: bagaimana mengenali diri sendiri dan terus berkembang.
Sesi dibuka dengan pengertian human capacity building, yaitu proses berkelanjutan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap, perilaku, dan nilai-nilai seseorang agar mampu bekerja secara efektif, beradaptasi terhadap perubahan, dan berkontribusi pada tujuan organisasi maupun masyarakat. Prof. Wahyu menjelaskan bahwa cara pandang modern melihat manusia sebagai aset berharga dan investasi jangka panjang yang menghasilkan inovasi dan nilai, bukan sekadar tenaga kerja atau biaya. Pengembangan kapasitas dinilai penting karena meningkatkan performa individu, memperkuat organisasi, mendorong riset dan inovasi, serta pada akhirnya membangun masyarakat yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Peserta juga diajak menyadari tantangan di dunia kerja dan akademik saat ini, seperti perkembangan teknologi yang cepat (AI, digitalisasi, dan otomasi), masalah yang kian kompleks dan lintas disiplin, persaingan global, serta tuntutan mutu dan integritas yang lebih tinggi. Karena itu, kebutuhan untuk terus meningkatkan dan memperbarui keterampilan menjadi mutlak. Dalam konteks ini, Prof. Wahyu menekankan pentingnya growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan bisa dipelajari dan ditingkatkan. Pola pikir ini berbeda dari fixed mindset yang mudah menyerah, menghindari tantangan, dan menolak masukan. Pesan kuncinya, orang dengan growth mindset memandang usaha sebagai jalan menuju penguasaan, belajar dari kritik, dan terinspirasi oleh keberhasilan orang lain.
Bagian kedua sesi berfokus pada kesadaran diri. Prof. Wahyu mengutip prinsip bahwa kita tidak bisa memperbaiki apa yang tidak kita pahami. Peserta diajak mengenali kekuatan, kelemahan, minat, nilai-nilai pribadi, kepribadian, dan potensi masing-masing melalui serangkaian pertanyaan refleksi, misalnya apa kekuatan terbesar saya, kegiatan apa yang membuat saya bahagia, dan dampak apa yang ingin saya ciptakan. Hasil refleksi itu dapat dituangkan dalam analisis SWOT pribadi yang memetakan kekuatan dan kelemahan dari dalam diri serta peluang dan ancaman dari luar.

Tak berhenti di situ, peserta diarahkan menemukan titik temu antara tujuan hidup (purpose), passion, dan potensi, yang menurut materi akan menunjukkan arah hidup seseorang. Dari sana, mereka belajar merumuskan visi jangka panjang dan target yang jelas dengan prinsip SMART, yaitu spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu. Rencana pengembangan diri disusun dalam tujuh langkah, mulai dari menilai diri, menetapkan arah, mengidentifikasi kesenjangan keterampilan, merencanakan tindakan seperti kursus, praktik, dan mentoring, menetapkan jangka waktu, memantau kemajuan secara berkala, hingga menyesuaikan rencana sambil terus berkembang.
Di akhir sesi, Prof. Wahyu merangkum beberapa pesan utama: manusia adalah kunci kemajuan, pengembangan kapasitas adalah perjalanan tanpa henti, dan setiap orang punya potensi untuk tumbuh serta memberi dampak. Peserta didorong menjadi pembelajar sepanjang hayat yang bertanggung jawab atas perkembangan dirinya, adaptif, dan berkontribusi positif bagi tim, organisasi, dan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PT Aretha Medika Utama membekali peserta magang tidak hanya dengan keterampilan riset, tetapi juga bekal karakter dan arah pengembangan diri. Bagi Aretha, penelitian yang berdampak berawal dari sumber daya manusia yang terus belajar dan bertumbuh.
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center