Bandung, 26 Februari 2026 — Proposal riset berjudul “Pengembangan dan Karakterisasi Cell Line Baru Berbasis hTERT untuk Model Penelitian Biomedis Indonesia” dipresentasikan dalam tahap seleksi Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) Tahun 2026. Presentasi ini merupakan bagian dari proses evaluasi proposal yang diajukan oleh tim konsorsium peneliti dari berbagai institusi akademik, lembaga riset, dan mitra industri.
Program RIKUB merupakan skema pendanaan riset kolaboratif yang dirancang untuk mendorong penelitian strategis berbasis kemitraan. Proposal yang disampaikan dalam seleksi ini berfokus pada pengembangan cell line berbasis teknologi human Telomerase Reverse Transcriptase (hTERT) sebagai model penelitian biomedis yang lebih relevan dengan karakteristik populasi Indonesia.
Kolaborasi Konsorsium Peneliti
Tim konsorsium terdiri dari sejumlah peneliti, antara lain Prof. Dr. Wahyu Widowati, M.Si. sebagai ketua; dan terdiri dari beberapa anggota yaitu Prof. dr. Ahmad Faried, Sp.BS, Subsp. N-Onk (K), PhD, FICS; Prof. apt. Marlina, M.S., Ph.D.; Prof. Dr. Teresa Liliana Wargasetia, S.Si., M.Kes., PA(K); dr. Andri Rezano, M.Kes., Ph.D.; Prof. Didik Priyandoko, M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. dr. Meilinah Hidayat, M.Kes.; Prof. Bambang Pontjo Priosoeryanto, M.S., Ph.D., APVet, DACCM; Rizal Azis, S.Si., M.Biotech., M.Sc., Ph.D.; serta Dr. Ita Margaretha Nainggolan, S.Si., M.Biomed.
Konsorsium ini juga melibatkan mitra industri, termasuk PT Aretha Medika Utama, yang berkontribusi dalam mendukung fasilitas penelitian dan potensi pengembangan hasil riset.
Fokus Pengembangan dan Target Penelitian
Proposal penelitian mencakup isolasi dan karakterisasi sel primer dari donor Indonesia, proses immortalization menggunakan teknologi hTERT, serta pembentukan Master Cell Bank (MCB) dan Working Cell Bank (WCB). Pengembangan ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan penelitian biomedis yang lebih representatif terhadap kondisi biologis populasi nasional.
Selain itu, penelitian ini menargetkan luaran berupa publikasi ilmiah, pengembangan kekayaan intelektual, serta sistem cell banking yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung riset dan inovasi di bidang kesehatan dan biofarmasi.
Bagian dari Tahapan Seleksi Program RIKUB
Tahap presentasi merupakan bagian dari mekanisme seleksi Program RIKUB 2026 yang menilai aspek kebaruan ilmiah, kelayakan pelaksanaan, serta potensi dampak penelitian. Melalui partisipasi dalam seleksi ini, tim konsorsium menyampaikan rencana penelitian sebagai kontribusi terhadap penguatan kapasitas riset dan pengembangan inovasi biomedis di Indonesia.(epsh)
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center

