
Bandung – Tim peneliti dari Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center (Bandung) bersama sejumlah institusi akademik di Indonesia mempresentasikan hasil penelitian terbaru mereka dalam kongres internasional ilmu kesehatan yang diselenggarakan oleh IKSAD di Iğdır University, Türkiye, pada 25–27 September 2026. Kongres ini terbuka untuk seluruh topik ilmu kesehatan, dan presentasi tim berlangsung secara daring pada 26 September 2026.
Penelitian tersebut berjudul “Antioxidant Activity of a Wound-Healing Gel Formulation Containing Garcinia mangostana, Anredera cordifolia, Camellia sinensis, and Curcuma xanthorrhiza: A Multi-Assay Evaluation”. Studi ini mengkarakterisasi aktivitas antioksidan secara in vitro dari gel yang diarahkan sebagai kandidat terapi tambahan topikal untuk penanganan luka kaki diabetik (diabetic foot ulcer/DFU).

Dalam presentasinya, tim peneliti menjelaskan bahwa stres oksidatif yang menetap akibat kelebihan spesies oksigen dan nitrogen reaktif (ROS/RNS) merupakan ciri mekanistik utama gangguan penyembuhan luka pada diabetes. Kondisi tersebut dapat menghambat proliferasi dan migrasi fibroblas, mengganggu sintesis kolagen, memperpanjang fase inflamasi, hingga menghambat re-epitelisasi. Karena ketidakseimbangan oksidatif terlibat di berbagai tahap penyembuhan luka, intervensi antioksidan dinilai sebagai strategi tambahan yang rasional untuk luka kronis seperti DFU.
Untuk menguji potensi tersebut, aktivitas antioksidan gel dievaluasi dengan empat metode berbeda. Hasilnya, nilai IC50 gel tercatat sebesar 9,89 µg/mL pada uji ABTS, 30,84 µg/mL pada uji H₂O₂, 52,64 µg/mL pada uji nitric oxide (NO), dan 240,29 µg/mL pada uji DPPH. Semakin rendah nilai IC50, semakin kuat kemampuan menangkap radikal bebas, sehingga gel menunjukkan potensi paling kuat pada uji ABTS dan paling rendah pada uji DPPH, dengan selisih lebih dari 24 kali lipat. Menurut tim peneliti, gel mampu menetralkan spesies yang relevan dengan kondisi luka diabetik, yaitu H₂O₂, RNS turunan NO, dan radikal sintetis yang stabil, pada konsentrasi rendah.

Temuan ini juga dikaitkan dengan literatur terkini. Tim menyebutkan bahwa gel yang dievaluasi dengan uji ABTS/DPPH serupa pernah dilaporkan menurunkan MDA dan nitrit pada jaringan luka, menekan TNF-α dan IL-1β, serta mempercepat re-epitelisasi pada studi in vivo (Campolo dkk., 2022). Selain itu, hidrogel penangkap ROS dilaporkan mempercepat migrasi fibroblas, deposisi kolagen, dan penutupan luka pada model diabetes (Zhou dkk., 2025; Jia dkk., 2023).
Hasil ini merupakan karakterisasi in vitro, sehingga penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menguji efektivitas dan keamanan gel pada model hewan maupun uji klinis. Aretha Medika Utama berkomitmen terus mendukung riset biomedis berbasis bahan alam Indonesia.
Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center