Home / Uncategorized / Faradilla Azzahra Dinariansyah, S.Si. Bekali Peserta Magang dan Staf PT Aretha Medika Utama Histologi Kulit dan Penyembuhan Luka

Faradilla Azzahra Dinariansyah, S.Si. Bekali Peserta Magang dan Staf PT Aretha Medika Utama Histologi Kulit dan Penyembuhan Luka

Satu irisan jaringan setebal beberapa mikrometer di atas kaca preparat bisa menceritakan banyak hal tentang kondisi kulit, mulai dari seberapa parah luka hingga seberapa jauh proses penyembuhannya. Kemampuan membaca irisan itulah yang dibahas dalam kelas kuliah PT Aretha Medika Utama pada Kamis, 15 Oktober 2026. Kelas bertema histologi ini diisi oleh Faradilla Azzahra Dinariansyah, S.Si. dari Biomolecular and Biomedical Research Center PT Aretha Medika Utama dan diikuti peserta magang serta staf Aretha.

Faradilla membuka sesi dengan alur dasar histologi, yaitu bagaimana jaringan diambil lalu diawetkan dengan fiksasi, diproses menjadi blok parafin, diiris tipis, dan diwarnai sebelum diamati di bawah mikroskop. Setiap tahap memengaruhi hasil akhir, sehingga jaringan yang terfiksasi kurang baik atau teriris tidak rata dapat menyulitkan pembacaan. Dari sini peserta diperkenalkan pada pewarnaan yang umum dipakai pada penelitian kulit, yaitu hematoksilin-eosin (H&E) untuk melihat struktur dan sebaran sel secara umum, serta Masson’s trichrome untuk menampilkan serat kolagen.

Materi kemudian masuk ke histologi kulit. Peserta mempelajari lapisan epidermis, dermis, dan hipodermis, termasuk komponen penyusunnya seperti keratinosit, fibroblas, pembuluh darah, serta struktur tambahan kulit seperti folikel rambut dan kelenjar. Pemahaman tentang kulit yang normal menjadi acuan, karena perubahan akibat luka hanya bisa dikenali bila peserta tahu seperti apa gambaran jaringan yang sehat.

Dari kulit normal, pembahasan beralih ke luka dan penyembuhannya. Proses penyembuhan luka dijelaskan dalam beberapa fase yang saling tumpang tindih, yaitu hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Faradilla menjelaskan apa yang tampak pada irisan jaringan di tiap fase, misalnya infiltrasi sel radang pada fase awal, pembentukan jaringan granulasi dan pembuluh darah baru pada fase proliferasi, serta penataan kolagen pada fase remodeling. Penjelasan tersebut membantu peserta menghubungkan gambaran mikroskopis dengan tahap penyembuhan yang sedang berlangsung.

Bagian yang paling teknis adalah cara menilai preparat secara terukur. Peserta dikenalkan pada skoring histologi, yaitu pendekatan untuk mengubah pengamatan visual menjadi data yang dapat dibandingkan antarkelompok. Parameter yang lazim dinilai pada penelitian luka antara lain jumlah sel radang, re-epitelisasi, pembentukan jaringan granulasi, neovaskularisasi, dan kepadatan kolagen. Faradilla menekankan perlunya kriteria penilaian yang jelas dan konsisten, pemilihan lapang pandang yang representatif, serta penilaian yang objektif agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

Kelas ditutup dengan sesi tanya jawab. Peserta magang maupun staf menyampaikan pertanyaan seputar materi, dan Faradilla menjawabnya satu per satu dengan merujuk pada praktik di laboratorium.

Bagi peserta magang, sesi ini memberi gambaran tentang pekerjaan di balik data histologi yang sering muncul dalam publikasi ilmiah. Bagi staf, kelas ini menjadi kesempatan menyamakan cara membaca dan menilai preparat, sehingga hasil pengamatan antarpeneliti di Aretha semakin seragam.

About Aretha Medika

Check Also

Aretha Medika Utama Dorong Inovasi Antidiabetes Berbasis Bahan Alam melalui Riset Umbi Yacon

Bandung — PT Aretha Medika Utama terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pengembangan riset biomolekuler …

October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031