Home / Activites / PT Aretha Medika Utama Kenalkan Herbal Oral Gel Berbahan Beetroot untuk Sariawan di Kongres Kesehatan Internasional Türkiye

PT Aretha Medika Utama Kenalkan Herbal Oral Gel Berbahan Beetroot untuk Sariawan di Kongres Kesehatan Internasional Türkiye

Bandung – Sariawan atau recurrent aphthous stomatitis (RAS) termasuk gangguan selaput lendir mulut yang paling sering dialami. Luka bulat atau lonjong dengan tepi kemerahan ini mengganggu aktivitas makan, bicara, dan kenyamanan sehari-hari. Obat topikal yang ada, seperti kortikosteroid dan antiseptik, sebagian besar hanya meredakan gejala, sementara penggunaan steroid jangka panjang berisiko menimbulkan infeksi jamur, penipisan mukosa, dan gangguan mikroflora mulut. PT Aretha Medika Utama menjawab tantangan ini lewat Herbal Oral Gel berbahan ekstrak beetroot (Beta vulgaris L.), yang hasil risetnya dipresentasikan dalam kongres internasional ilmu kesehatan yang diselenggarakan IKSAD di Iğdır University, Türkiye, pada 25–27 September 2026.

Produk ini dikembangkan di Aretha Medika Utama Biomolecular and Biomedical Research Center bersama Prof. Wahyu Widowati. Gel ini memakai nano-ekstrak beetroot yang kaya betalain, flavonoid, dan senyawa fenolik, yaitu zat yang dikenal menangkal radikal bebas dan meredam jalur peradangan. Nano-ekstrak dipilih karena ukuran partikelnya yang kecil membantu bahan aktif tumbuhan menembus jaringan dengan lebih baik. Formulasinya dilengkapi ekstrak Centella asiatica untuk regenerasi jaringan dan ekstrak Anredera cordifolia (binahong) sebagai antiinflamasi mukosa, lalu dibuat dalam basis gel mukoadhesif dengan xanthan gum agar menempel lebih lama pada permukaan luka. Seluruh proses pembuatannya memakai metode cold-process dengan pH disesuaikan ke kisaran fisiologis mukosa mulut.

Tim menguji dua varian, yaitu EBB1 dengan kadar ekstrak beetroot 1 persen dan EBB2 dengan 2 persen. Varian EBB2 tampil lebih unggul di hampir semua aspek. Dalam uji sensorik oleh panelis terlatih, EBB2 meraih skor 44 dari 50, lebih tinggi daripada EBB1 yang mendapat 41. Daya sebarnya juga lebih baik, yaitu 3,73 cm dibanding 2,37 cm atau sekitar 57 persen lebih luas, dengan hasil yang lebih konsisten, sehingga gel lebih mudah dioleskan secara merata. Satu catatan dari panelis adalah aroma ekstrak masih perlu disamarkan, dan mereka menyarankan penambahan wangi buah.

Dari sisi aktivitas antioksidan, EBB2 menangkap radikal bebas lebih kuat daripada EBB1 pada empat metode uji. Nilai IC50 (semakin rendah, semakin kuat) untuk EBB2 tercatat 15,36 µg/mL pada uji ABTS dan 40,05 µg/mL pada uji nitric oxide, keduanya masuk kategori potent. Pada uji H₂O₂, nilainya 73,96 µg/mL dengan kategori strong, sedangkan pada uji DPPH sebesar 251,89 µg/mL dengan kategori lemah. Perbedaan terbesar terlihat pada uji nitric oxide, ketika EBB2 hampir 3,5 kali lebih kuat daripada EBB1. Hasil uji FRAP justru berlawanan: EBB1 menunjukkan daya reduksi lebih tinggi, yang menurut tim menggambarkan perbedaan mekanisme kerja antioksidan antara kedua formula.

Tim menegaskan bahwa data ini baru mencakup karakteristik formulasi dan aktivitas antioksidan in vitro, belum diuji langsung pada luka sariawan. Tahap berikutnya meliputi analisis kandungan fenolik dan betalain, uji antimikroba dan stabilitas, serta evaluasi penyembuhan luka secara in vivo untuk memastikan potensi terapeutiknya. Dengan temuan sejauh ini, EBB2 dipandang sebagai kandidat yang menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai gel oral herbal antioksidan untuk penanganan sariawan.

Penelitian ini didukung pendanaan dari program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, serta fasilitas laboratorium PT Aretha Medika Utama. Tampilnya Herbal Oral Gel di forum internasional ini menegaskan komitmen perusahaan mengembangkan produk kesehatan berbasis bahan alam Indonesia.

About Aretha Medika

Check Also

PT Aretha Medika Utama Perkenalkan Osteolift di Kongres Kesehatan Internasional Türkiye

Bandung – Osteoartritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif yang paling umum dan salah satu penyebab …

October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031